Responsive Ad Slot

Latest

Menabung

Bisnis

Liburan

Featured Articles

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

Posted on Friday, 20 November 2015 2 comments
"Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin"
Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya Dengan Orang Miskin

Alasan utama kebanyakan orang yang tidak menjadi kaya adalah karena mereka tidak mau melakukan sesuatu yang diperlukan untuk menjadi kaya. Definisi sederhana orang kaya adalah orang yang memiliki segala sesuatu yang mereka butuhkan dan inginkan, sedangkan orang miskin adalah orang yang selalu kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sesuatu yang sangat menentukan seseorang menjadi kaya atau miskin adalah pola pikirnya. Pola pikir orang kaya dapat dipelajari dan dipetik oleh siapa pun, karena peluang menjadi kaya terbuka untuk siapa pun yang mau berusaha.

Berikut  ini adalah 8 perbedaan pola pikir orang kaya dan orang miskin, yaitu :

1. Orang kaya percaya bahwa kehidupan mereka sangat bergantung kesungguhan usaha mereka.
 
Pola pikir orang kaya selalu melangkah, walaupun langkah mereka kecil tetapi konsisten, ini memudahkan dan memastikan keberhasilan mereka di masa depan.

Sebaliknya, orang miskin hanya apa pun yang terjadi dalam hidupnya, tanpa ada usaha untuk memperbaiki agar hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Kalau pun mereka bekerja keras, itu hanya untuk memenuhi tagihan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Kesulitan hidup mereka jadikan untuk selalu menyalahkan orang lain.

2. Orang kaya bersedia menanggung risiko, termasuk risiko menghadapi kegagalan.
 
Mereka tidak mudah terlena jika meraih kesuksesan, dan mereka dapat melihat sisi positif dari setiap kegagalan. Orang kaya tidak pernah takut gagal, mereka pandai melihat peluang dan peka terhadap kebutuhan orang lain, sehingga mereka mampu menciptakan peluang meskipun dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Sedangkan orang miskin hanya menjadi pengamat atas setiap perkembangan yang terjadi, dan bukan menjadi bagian dari perubahan tersebut. Mereka tidak berani mengambil risiko, dan hanya mencari zona aman, sehingga beribu-ribu peluang berlalu di hadapan mereka.

3. Orang kaya fokus pada kesempatan dan potensi mereka agar terus berkembang dan memperbaiki kualitas hidup.
 
Untuk itu mereka harus berusha lebih keras dari orang lain, menanggung risiko yang lebih besar, dan melakukan hal yang kebanyakan orang tidak mau melakukannya.

Sebaiknya, orang miskin selalu berpikir tentang apa yang tidak mereka miliki, focus pada masalah, mereka enggan menciptakan peluang baru, mereka hanya menekuni profesi yang jauh dari risiko.

4. Orang kaya berani bermimpi besar.
 
Mereka  tidak terlalu lama terlena dalam kejayaan, dan memperpendek waktu bersedih, mereka selalu ingin hari ini lebih baik daripada hari kemarin, hal tersebut mendorong mereka untuk berkreasi dan terus menerus berinovasi.

Sedangkan orang miskin cenderung malas, mereka merasa nyaman walaupun sedang mengalami masa sulit. Mereka memiliki sebentuk ketamakan, berharap mendapatkan rejeki dari langit tanpa mau melakukan pekerjaan apa pun.

5. Orang kaya selalu berpikir dan bertindak positif dalam situasi ekonomi yang baik maupun dalam situasi krisis.

Orang kaya mempunyai keyakinan bahwa mereka pasti mampu menciptakan sumber penghasilan yang besar, mereka selalu melihat peluang di mana-mana, keyakinan mereka seperti magnet yang menarik uang.

Sedangkan orang miskin selalu berpikir negative dan pesimis, sehingga mereka semakin malas berusaha dan akhirnya kehidupan mereka bertambah miskin.

6. Orang kaya mampu bertindak cepat dalam mengambil keputusan dan tidak mudah berubah pikiran.

Mereka mengetahui tujuan yang hendak mereka capai ketika telah mengambil keputusan. Mereka sabar dan tabah dalam menghadapi segala hambatan dan tantangan dalam berbisnis. Sebaliknya, orang miskin susah sekali mengambil keputusan, namun sangat cepat berubah pikiran.

7. Orang kaya adalah orang yang senang belajar dan meneladani orang-orang sukses terdahulu.

Sedangkan orang miskin, enggan belajar dari orang lain karena menganggap dirinya sudah pandai dan mengetahui segala hal.

8. Orang kaya memiliki kemmpuan menunda keinginan untuk bersenang-senang sebelum tujuan mereka tercapai.

Sedangkan orang miskin tidak mampu menunda kesenangan, dan tidak mampu memprioritaskan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka tidak memiliki tabungan dan sibuk gali lubang tutup lobang (berhutang).

Semua pilihan untuk menjadi orang kaya dan orang miskin ada di tangan Anda, selamat memilih.


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Tips Negosiasi Gaji

Posted on Monday, 9 November 2015 No comments
"Tips Negosiasi Gaji"

Tips Negosiasi Gaji

Apakah Anda sudah digaji dengan cukup sesuai UMR (Upah Minimum Regional)? Apakah Anda bekerja lebih rajin dari karyawan lainnya dan Anda melakukan pekerjaan yang merupakan tanggung jawab divisi lainnya? Membantu teman menyelesaikan laporan bulanan, membantu teknisi untuk meng-install komputer, membantu bagian keuangan untuk menyusun laporan pajak tahunan, membantu staf artistik untuk mengedit isi buku katalog, dan lain sebagainya.

Apakah Anda tahu berapa gaji yang diterima Anda di kantor lain? Apa saja fasilitas yang mereka dapatkan dan berapa tunjangan jabatan yang mereka terima? Apakah sama dengan yang Anda dapatkan atau berbeda? Jika gaji Anda tidak seimbang dengan hasil kerja yang Anda lakukan, maka
Anda wajib membicarakan masalah ini dengan atasan Anda untuk negosiasi gaji Anda.

Setelah sekian lama bekerja, tentunya Anda menginginkan kenaikan gaji. Pada umumnya kenaikan gaji dilakukan manajemen perusahaan setiap tahun. Kenaikan gaji dilakukan untuk mengimbangi kenaikan inflasi, ini berlaku bagi semua karyawan, namun jika Anda ingin mengajukan diri untuk menaikkan gaji, berikut ini adalah langkah-langkahnya.

1. Lihatlah kondisi keuangan perusahaan, jika kondisi keuangan perusahan sedang baik, artinya dalam dua tahun terakhir laporan keuangan selalu mencapai laba, perusahaan sedang tidak memiliki pinjaman ke berbagai bank, dan saat itu mood atasan Anda sedang bagus, tidak ada salahnya jika mengajukan kenaikan gaji.

2. Jika atasan Anda menolak permintaan Anda, usahakan menawarkan rencana cadangan. Mintalah fasilitas lain. Misalnya : cuti tahunan, kenaikan tunjangan jabatan, atau fasilitas kendaraan dari kantor untuk memaksimalkan kinerja Anda.

3. Jika tawaran Anda ditolak Anda harus bersikap tenang, perusahaan tetap akan menaikkan gaji Anda pada waktu yang ditetapkan pihak manajemen perusahaan. Memiliki satu sumber penghasilan adalah sebuah risiko, artinya Anda harus mencari pendapatan lain di luar gaji dengan menjual kemampuan terbaik Anda. Perlu diingat pekerjaan ini jangan membuat kinerja Anda di kantor menjadi menurun. Misalnya: Anda menjadi sering bolos, mengerjakan pekerjaan tersebut di kantor, dan memanfaatkan fasilitas kantor untuk pekerjaan tersebut.

Bagi Anda yang belum bekerja dan hendak melakukan negosiasi gaji dengan kepala HRD atau calon atasan Anda, inilah hal yang dapat Anda lakukan.

1. Jangan membicarakan gaji sebelum pewawancara menanyakan hal tersebut kepada Anda.

2. Buat daftar keahlian terbaik yang Anda miliki untuk ditawarkan kepada pewawancara dan calon atasan Anda.

3. Ketahuilah standar gaji minimal dari jabatan Anda.

4. Kenali kebutuhan wajib Anda dan pastikan bahwa kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan gaji
minimal Anda, sebelum Anda bernegosiasi.

5. Ingat pula tunjangan pendukung lainnya seperti : tunjangan jabatan, tunjangan kesehatan (BPSJ Kesehatan), jaminan pensiun (BPJS Kenegakerjaan), yang merupakan tambahan atau satu paket dengan gaji Anda.

6. Jangan takut bernegosiasi, apalagi takut kehilangan kesempatan mendapatkan posisi ini. Bernegosiasilah dengan cara yang baik, dan tidak memaksakan kehendak.

7. Pastikan Anda mendapatkan penawaran dan persetujuan akhir dalam bentuk tertulis.

8. Apa pun hasilnya akhiri proses negosiasi gaji dengan baik, tampilkan wajah ramah Anda meskipun permintaan Anda ditolak.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

8 Pilihan Cara untuk Menghemat Ongkos Ke Kantor

Posted on Thursday, 5 November 2015 No comments
"8 Pilihan Cara untuk Menghemat Ongkos Ke Kantor"

8 Pilihan Cara untuk Menghemat Ongkos Ke Kantor

Mengapa Anda harus berhemat biaya transportasi? Bukankah uang hasil penghematan itu sebenarnya tak terlalu besar? Pernahkah Anda bayangkan jika biaya transportasi atau ongkos angkot yang dijumlahkan dalam sebulan nilainya sama dengan harga cicilan kredit sebuah motor ? Yuk simak 8 pilihan cara untuk menghemat ongkos pergi - pulang ke kantor. Kedelapan cara menghemat ongkos ke kantor tersebut adalah:

1. Pilihlah rumah kontrakan di dekat kantor agar Anda tak perlu keluar ongkos. Cukup dengan jalan kaki santai di pagi hari Anda bisa sampai ke kantor.

2. Gunakan sepeda untuk menempuh perjalanan pergi – pulang ke kantor. Sepeda itu hemat, murah, dan menyehatkan, kekurangannya adalah Anda harus berangkat lebih pagi dari biasanya dan setibanya di kantor Anda harus mandi kembali, sebab tubuh Anda akan basah oleh keringat dan bau badan.

3. Gunakan motor yang hemat bahan bakar. Apa saja keuntungan mengendarai motor? Banyak sekali selain lebih hemat bahan bakar, Anda juga bisa zig-zag melewati jalanan yang macet, motor juga anti gerah, dan kecepatannya bisa Anda atur sesuai keinginan dan kelancaran jalanan. Kekurangannya adalah Anda kebasahan jika hujan dan kepanasan tersengat matahari, serta rentan terkena polusi udara.

4. Gunakan motor listrik. Kendaraan ini adalah gabungan antara sepeda dan motor bertenaga listrik, Anda tak perlu khawatir jika dompet Anda ketinggalan karena motor ini tak perlu membeli premium di SPBU, cukup di-charge, jika listriknya habis, kayuh saja kendaraan ini dengan kaki kokoh Anda.

5. Gunakan angkutan umum untuk pergi – pulang ke kantor. Lihatlah betapa banyak keuntungan naik kendaraan umum, Anda bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan, Anda bisa mendapat teman baru, dan tak perlu konsentrasi, cukup duduk manis dan sampai di tujuan.

6. Menumpang pada kendaraan teman. Cara ini membuat Anda tak perlu mengeluarkan biasa apa pun. Selama tujuan masih searah dan tidak merepotkan teman Anda lakukan saja cara ini, asalkan teman Anda yang ditumpangi tidak merasa keberatan. Buatlah janji bertemu dengan teman Anda, minta ia menjemput Anda jika rute perjalanan yang ia lewati merupakan wilayah rumah Anda.

7. Nebeng (sharing). Anda berbagi tumpangan atau tempat duduk dengan teman-teman yang rutenya searah. Biaya bensin ditanggung secara patungan oleh para penumpang mobil tersebut. Dengan berbagi tumpangan pemilik mobil bisa mengurangi biaya transportasi yang biasanya ia tanggung sendiri.

8. Berpartisipasilah ikut mobil jemputan. Biaya yang dikeluarkan untuk mobil jemputan ditentukan oleh pemilik mobil tersebut. Biaya yang dikeluakan untuk mobil jemputan ini lebih murah daripada berkendara dengan mobil pribadi, dan lebih nyaman daripada naik angkutan umum.

Kedelapan cara berhemat di atas dapat Anda gunakan secara acak, sesuai dengan kondisi Anda. Semua itu adalah seni dalam menghemat ongkos ke kantor. Selamat berhemat.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Do & Dont’s Saat Gajian

Posted on Tuesday, 3 November 2015 No comments
"Do & Dont’s Saat Gajian"

Do & Dont’s Saat Gajian


Gaji adalah uang sewa atas ilmu pengetahuan yang Anda dapatkan dari sekolah atau bangku kuliah. Setiap kali menerima gaji, hati Anda pasti senang, karena Anda memiliki uang untuk dibelanjakan, baik untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan Anda. Saat tanggal gajian tiba, tentu semua orang akan merasa senang. namun, sebaiknya Anda lebih hati-hati, karena jika tidak, jerih payah yang sudah Anda lakukan dalam sebulan, akan menguap begitu saja dalam seminggu. Tentu saja tak ingin hal ini menimpa diri Anda.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda lakukan (do) dan (don’t) jangan Anda lakukan saat gajian tiba. Mari simak dan ikuti kiat-kiat ini.

Do (lakukan ini) saat gajian

1. Hitunglah gaji Anda bulan ini dan pemasukan lain di luar gaji (proyek freelance), kemudian buatlah anggaran untuk memperkirakan jumlah pengeluaran Anda selama sebulan.

2. Belanja bulanan, pergilah ke mini market atau pasar tradisional untuk membeli kebutuhan sembako Anda selama sebulan, seperti : beras, gula, telur, teh, kopi, dan lain-lain.

3. Bayarlah tagihan rutin Anda, misalnya : tagihan listrik, tagihan PDAM, uang sekolah anak, dan lain-lain.

4. Transfer ke keluarga, kirimkan sebagian uang gaji Anda kepada ibu, ayah, adik, atau keponakan Anda seikhlasnya, sebagai bentuk rasa syukur. Betapa pun besarnya uang yang Anda berikan, Anda tak bisa membayar kebaikan dan ketulusan kedua orang tua dan keluarga terdekat Anda.

5. Jika Anda belum menikah dan masih tinggal di rumah orang tua, sisihkan 10- 30% gaji Anda untuk tabungan uang muka pembelian rumah.

6. Alokasikan 8 -10%  uang gaji Anda untuk tabungan.

7. Anggarkan 5 % dari gaji Anda untuk biaya rekreasi, seperti nonton film di bioskop, makan di cafe (jika prioritas utama sudah terpenuhi).

8. Anggarkan pula pengeluaran Anda untuk kebutuhan tak terduga seperti : biaya menengok teman yang sakit, biaya ke undangan pernikahan, biaya sumbangan dukacita, dan lain sebagainya.

9. Anggarkan uang gaji Anda untuk berinvestasi dalam berbagai bentuk, seperti: deposito, emas, reksadana, dan lain-lain. Pelajari dan cermati investasi tersebut sebelum Anda menanamkan uang Anda ke investasi tersebut.

10. Bersedekahlah, sishkan 2,5 % atau lebih karena sedekah membuat uang Anda  menjadi berkah, uang tersebut akan bermanfaat bagi Anda, dan orang-orang di sekitar Anda. Sedekah tulus Anda akan membuat Anda tersenyum, orang lain tersenyum, dan Tuhan pun ikut tersenyum.

Don’t (jangan lakukan ini) saat gajian

1. Hindari belanja yang berlebih, sebaiknya Anda berbelanja sesuai kebutuhan Anda bukan sesuai keinginan Anda.

2. Jangan bergaya hidup mewah, seperti : makan di cafe setiap malam, mentraktir teman, dan melakukan pemborosan yang tidak wajar.

3. Berbelanja melanggar anggaran yang telah ditentukan. Jika Anda berbelanja tidak sesuai anggaran, artinya ada kebutuhan penting yang telah Anda korbankan untuk memenuhi hasrat belanja Anda yang tak terencana.

4. Belanja sedikit-sedikit di warung dekat rumah. Kebiasaan belanja sedikit-sedikit di warung dekar rumah, membuat pengeluaran Anda membengkak, karena berbelanja bulanan di mini market atau pasar tradisional lebih murah daripada berbelanja di warung dekat rumah Anda.

5. Menunda melunasi utang-utang, kebiasaan menunda utang-utang ini akan menjadi tabungan masalah Anda di masa yang akan datang, misalnya : menunda pembayaran PBB, pajak tahunan kendaraan, dan biaya-biaya lainnya.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi

Posted on 2 comments
"Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi"

Menjemput Rejeki Tambahan lewat Hobi


Sepulang kerja, dan di sela-sela waktu luang lainnya adalah peluang bagi para karyawan untuk menjalankan bisnis kedua mereka (freelance). Ya, Anda dapat menjemput rejeki tambahan lewat hobi. Anda harus pandai membagi waktu dalam mengerjakan hobi ini. Mungkin saja bisnis kedua ini menjadi bisnis utama Anda setelah pensiun dari pekerjaan kantor. Berikut ini adalah beberapa peluang emas sesuai hobi Anda, yaitu:

Perangkai Kata

1. Blogger
Blogger adalah penulis buku harian digital yang jejaknya di web leluasa dibaca para pengunjung. Profesi blogger professional tau fulltime blogger masih aneh bagi masyarakat Indonesia. Menjadi profesi blogger professional pun bukan merupakan profesi idaman bahkan dalam pandangan blogger sendiri. Isi blog sesuai passionmu, undang para pengiklan, daftarkan blogmu ke Google Adsense, tuliskan opinimu, dan ikuti berbagai lomba menulis blog. Contoh penulis blog yang terkenal adalah Raditya Dika, blognya dibukukan dalam judul Catatan si Kambing Jantan.

2. Penulis Buku
Jangan takut menjual ide nyentrik Anda ke penerbit. Menjamurnya penerbit dan tingginya minat baca menjadi peluang emas bagi para penulis buku. Tulislah karya yang membuat dunia mengingatmu!

3. Editor
Kegemaran membaca buku, menulis patuh pada EYD akan membuat Anda terampil menjadi editor. Tugas editor adalah memperbaiki tulisan orang lain, memastikan semua data benar, dan sesuai aturan Eyd, dan memastikan buku menjadi layak untuk diterbitkan.

4. Admin Web dan Media Sosial
Kini banyak situs, merek, dan perusahaan yang membutuhkan admin untuk mengelola media social mereka seperti facebook, twitter, instagram, linkedin, dan google+. Anda bertugas untuk berinteraksi dengan calon pembeli atau pelanggan setia produk perusahaan tersebut.

5. Travel Writer
Hobi jalan-jalan dan fotografi dalam Anda rupiahkan dengan menjadi travel writer, Anda bisa jalan-jalan gratis dan dapat fee untuk rtikel jalan-jalan yang Anda tulis.

6. Penerjemah
Pandai menulis dan menguasai berbagai bahasa asing? Penerbit buku membutuhkan penerjemah untuk buku-buku impor dari berbagai genre. Anda juga bisa menerjemahkan film-film baru yang membutuhkan terjemahan dalam Bahasa Indonesia.

Jago Memasak

1. Membuat Camilan
Mulailah dengan membuat camilan seperti pisang goreng, misro, combro, atau donat, kemudian titip jual camilan tersebut di warung yang dekat dari rumah Anda.  Jika sudah omset sudah cukup besar, Anda boleh membuka warung sendiri.

2. Toko Kue Online
Anda tak harus menyewa toko di pasar tradisional atau mall, buatlah kue yang unik, misalnya : keripik pedas rasa durian, pie dari peuyeum (tape). Pasarkan dalam halaman online, sertakan foto kue, dan keunggulan kue, otomatis seluruh dunia bisa berbelanja di toko kue online milik Anda.

3. Menjual Resep
Anda bisa menulis dan mengirimkan resep masakan atau kue Anda ke berbagai media massa. Feenya mengiurkan dan memacu Anda untuk lebih kreatif.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Solusi Pintar Belanja Bulanan

Posted on Monday, 2 November 2015 1 comment
"Solusi Pintar Belanja Bulanan"

Solusi Pintar Belanja Bulanan


Tanggal gajian adalah saat yang selalu dinanti-nanti setiap orang. Sebab habis menerima gaji berarti uang sudah ditangan dan itulah saatnya belanja bulanan. Membayangkan diri Anda bersama sang suami atau istri juga anak-anak berjalan mantap mendorong trolley belanja. Sungguh menyenangkan.
Setelah penat bekerja hampir sebulan penuh, bolehlah kita menikmati pemandangan jajaran rak penuh barang-barang dengan kemasan cantik. Juga memanjakan lidah dengan aneka cemilan menggugah selera yang menunggu dengan yakin bahwa Anda tidak akan bisa tidak membawa mereka pulang. Belanja rumah tangga atau groceries shoping memang bukan sekedar urusan dapur namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Solusi Pintar Belanja Bulanan 1
Pernahkah Anda menghitung berapa banyak uang yang telah Anda habiskan untuk belanja rumah tangga?

Kebanyakan orang mungkin tidak berpikir panjang saat mengambil barang-barang tersebut dari rak. Ketika berada di depan kasirlah yang menjadi momen penentuan apakah Anda belanja terlalu banyak atau tidak ?

Mau tahu berapa banyak rata-rata keluarga Indonesia membelanjakan gaji mereka untuk belanja rumah tangga. Mari kita lihat hasil survey pola belanja rumah tangga Indonesia yang diadakan tahun 2013 oleh Kadence Indonesia :

Dari survey tersebut diketahui bahwa keluarga Indonesia rata-rata menghabiskan lebih dari 70% penghasilan mereka untuk pengeluaran rumah tangga dan yang paling besar adalah belanja rumah tangga seperti food & beverages.

Porsi belanja yang terlalu besar membuat anggaran rumah tangga menjadi tidak seimbang. Orang menjadi kesulitan menabung dan berinvestasi.

Penyebab utamanya adalah impulsive buying atau belanja tanpa rencana. Hal ini terjadi karena orang membeli apa yang diinginkannya lebih banyak daripada kebutuhannya. Akibatnya kita hanya fokus pada kebutuhan hari ini saja, padahal ada kebutuhan masa depan yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Karenanya kita tidak boleh menyepelekan kegiatan belanja rumah tangga jika tidak ingin terjerat impulsive buying.

Kuncinya Adalah Perencanaan Keuangan Sebelum Berbelanja
Impulsive buying terjadi karena kita tidak memiliki perencanaan saat akan berbelanja sehingga mudah tergoda. Untuk itu disarankan membuat daftar belanja, yang berisi barang apa saja yang perlu kita beli.

Agar daftar belanja menjadi efektif , lakukan langkah-langkah ini :

1. Tetapkan tujuan belanja, apakah akan belanja untuk penampilan (busana dan perlengkapannya), apakah perlu membeli peralatan sekolah, atau apakah untuk membeli makanan, alat kebersihan atau keperluan rumah tangga lainnya

2. Lakukan stock opname, periksa dirumah Anda apakah ada barang yang sama, berapa jumlahnya dan apakah barang yang ada sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Tahapan ini sangat penting agar Anda tidak membeli barang yang sama padahal sudah ada.

3. Tuliskan barang yang dibutuhkan, berapa banyak yang ingin dibeli, dan berapa kira-kira dana yang akan Anda anggarkan untuk barang tersebut. Anda bisa menggunakan secarik kertas, buku atau gunakan aplikasi di gadget Anda

4. Selanjutnya tetapkan akan belanja dimana. Apakah semua barang yang dibutuhkan dapat dibeli di satu tempat sekaligus atau di beberapa tempat yang berbeda

5. Tetapkan kapan akan berbelanjanya, apakah setelah pulang kantor, sambil menunggu anak sekolah

Tips pintar menghemat belanja rumah tangga :
Penghematan bukan berati kita tidak berbelanja sama sekali, tetapi menggunakan uang lebih efisien. Intinya penghematan adalah kita fokus pada kebutuhan sehingga terhindar dari pemborosan. Berikut ini beberapa tips pintar melakukan penghematan :

1. Pemangkasan (”Trim your budget”) artinya melakukan pengurangan, pemotongan atau meniadakan sama sekali suatu pembelanjaan. Contohnya memangkas pengeluaran membeli baju, meniadakan biaya berlangganan TV kabel.
Solusi Pintar Belanja Bulanan 2

2. Subtitusi artinya mengganti pembelian suatu barang dengan barang lain yang fungsinya sama namun harganya berbeda. Contoh, jika lauk daging mahal, bisa diganti dengan lauk ayam, ikan atau telur. Contoh lain kebutuhan sandang misalnya , dapat disubtitusi dari pakaian branded menjadi produk second liner nya
Solusi Pintar Belanja Bulanan 3

3. Mengurangi frekuensi , artinya mengurangi aktifitas pembelanjaan . Contoh, sebelumnya setiap minggu nonton bioskop dan makan di restaurant, sekarang dilakukan dua minggu sekali saja.
Solusi Pintar Belanja Bulanan 4

4. Alat Pembayaran
Alat pembayaran seperti kartu debit maupun kartu kredit dapat membantu pengaturan arus kas rumah tangga jika digunakan dengan baik. Jika digunakan tidak semestinya justru akan menyusahkan diri sendiri. Penggunaan kartu debet sebagai pengganti uang tunai tidak menimbulkan kewajiban hutang seperti kartu kredit. Namun kita tidak selalu bisa mengandalkan uang tunai bukan.
Kartu kredit cocok untuk kebutuhan darurat, juga untuk transaksi dalam jumlah yang terlalu besar jika harus di bayar tunai. Kartu kredit juga cocok untuk transaksi belanja melalui e-commerce. Kartu kredit hanya cocok jika anda disiplin dalam membayar tagihannya.

Solusi Pintar Belanja Bulanan 5
Berbagai tawaran penghematan melalui kartu kredit seperti diskon belanja, program cashback, gratis voucher belanja, harus anda cermati dengan baik. Program benefit kartu kredit akan memberi manfaat optimal dan benar-benar memberikan janji penghematan ketika kartu kredit di kendarai seperti uang tunai anda sendiri. Artinya setiap kali Anda menggunakan limit kartu kredit maka begitu tagihannya datang, dibayar lunas semuanya. Sehingga dengan promo diskon tadi Anda benar-benar hemat karena mengeluarkan uang kurang dari budget Anda, dan bukannya membayar lebih banyak dari seharusnya karena harus membayar bunga cicilan akibat hanya membayar minimum paymentnya saja.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?

Posted on No comments
"Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?"

Tipe Pembelanja Seperti Apakah Anda?



Urusan belanja bulanan sering disalah pahami sebagai urusan Bunda saja, Ayah tinggal bayar. Padahal belanja bulanan menjadi bagian dari aktifitas hidup kita. Tanpa disadari rutinitas ini turut membentuk karakter dan tipe dalam menggunakan uang lho. Karena itu Ayah Bunda mesti kompak. Yuk kita gali tipe pembelanja seperti apakah kita, sehingga kita bisa memperbaiki pengelolaan keuangan lebih baik lagi.

1. Saat memilih bahan makanan, apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk membelinya?
a. Tanggal kadaluarsa, info gizi, harga dan merek.
b. Merek yang paling sering muncul di iklan TV atau yang paling disuka keluarga.
c. Harga yang murah atau barang yang sedang dalam diskon.

2. Anda mendapatkan brosur belanja di supermarket langganan dan mendapati penawaran diskon pada barang yang Anda idamkan. Kira-kira apa yang akan Anda lakukan?
a. Berpikir untuk, kemudian menghitung apakah keuangan keluarga bulan ini mampu membelinya.
b. Langsung menelpon suami/istri dan minta persetujuan untuk membelinya.
c. Segera lari ke supermarket langganan dan melakukan pembelian. Takut keburu habis.

3. Berapa kali Anda belanja dalam satu bulan?
a. Saya memiliki jadwal yang rutin biasanya sebulan sekali atau seminggu sekali dan hanya ketika saya membutuhkan sesuatu.
b. Tergantung suami dan anak-anak sedang butuh apa. Jika saya melihat penawaran bagus dan saya mampu membelinya, mengapa tidak?
c. Kadang-kadang, terutama jika sedang ada promo diskon. Kesempatan untuk penghematan tak boleh dilewatkan.

4. Bersama siapa Anda melakukan belanja bulanan ?
a. Saya menyadari tiap orang suka belanja, jadi saya memberi jatah “jajan” untuk suami/istri dan anak-anak jika mereka ingin menemani saya belanja bulanan. Sendiri atau bersama, sama menyenangkannya.
b. Paling senang belanja bulanan bersama suami/istri dan anak-anak. Mereka langsung menuju area yang menjadi favoritnya. Sayapun tidak perlu repot kesana kemari.
c. Saya senang bersama suami/istri dan anak-anak untuk rekreasi, olah raga atau acara keluarga. Untuk belanja rutin saya membatasi bersama suami/istri saja  atau sendiri agar lebih focus.

Jika jawaban Anda kebanyakan A : Anda tipe Reasonable Shoper!
Bunda berbelanja berdasarkan kebutuhan dan memiliki perencanaan belanja serta cukup disiplin dalam menjalankannya. Namun Bunda masih cukup fleksibel untuk membuat penyesuaian anggaran belanja jika ada penawaran bagus atau jika kebutuhan keluarga mendadak berubah. Bunda tak hanya pintar mengendalikan uang namun juga memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Belanja buat Bunda bukan asal murah namun harus mendapatkan kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau. Bunda sudah cukup disiplin dalam belanja rumah tangga. Walau begitu Ayah tetap harus mengawasi lho, tidak mengandalkan seluruhnya pada Bunda. Jadilah partner belanja yang baik dengan memberikan saran dan masukan perencanaan menu dan kebutuhan gizi sehingga keluarga memiliki pilihan yang lebih variatif dengan dana yang ada.

Jika jawaban Anda kebanyakan B : Anda tipe Melancholy Shoper!
Tidak diragukan lagi kasih sayang dan cinta Bunda pada keluarga. Apapun yang suami dan anak-anak butuhkan Bunda selalu berusaha memenuhinya. Bagusnya Bunda berani mengatakan tidak pada pembelanjaan yang tidak disukai keluarga. Kelemahannya Bunda lebih focus pada apa yang disukai keluarga sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan sebenarnya. Akibatnya kadang memaksakan diri sendiri juga kondisi keuangan yang belum mendukung demi terpenuhinya keinginan keluarga. Hati-hati Bunda bisa terjebak mengeluarkan uang terlalu banyak pada barang yang disukai saja, sementara kekurangan justru pada barang yang dibutuhkan. Yuk Ayah bantu Bunda untuk bisa menetapkan prioritas belanja yang mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Ayah bisa menemani Bunda membuat daftar belanja terlebih dulu sebelum ke supermarket agar tidak perlu bolak-balik. Boleh lho Ayah mengajarkan kepada Bunda dan anak-anak bahwa tidak tiap keinginan harus segera dipenuhi segera sekarang. Menunda sementara waktu untuk pembelanjaan yang lebih penting akan membangun kebiasaan belanja yang lebih sehat.

Jika jawaban Anda kebanyakan C : Anda tipe Cheapskate Shoper!
Bunda sangat suka melakukan penghematan dan selalu mencari cara untuk mendapatkan manfaat yang paling maksimal dari tiap rupiah yang dibelanjakan. Bunda suka memanfaatkan program promo diskon dan cukup selektif dalam berbelanja. Bagusnya Bunda tidak mudah tergiur barang bermerek dan barang-barang mahal. Kelemahannya Bunda cenderung mengabaikan kebutuhan keluarga yang sebenarnya karena mengejar kuantitas dan mengesampingkan kualitas. Overstock (terlalu banyak memiliki simpanan barang) bisa menjadi dampak kebiasaan ini, karena terdorong impulsive buying akibat pembelian bermotif penghematan. Yuk Ayah bantu Bunda agar pembelanjaan menjadi lebih proporsional. Evaluasi bersama barang apa yang sudah ada di rumah, dan mana yang belum ada yang butuh untuk dibeli, barulah cari program diskon pada barang yang sedang dibutuhkan itu. Inilah saatnya penghematan, betul-betul menjadi penghematan.


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Kami Datang Penuhi Panggilan-Mu (Ibadah Haji)

Posted on Thursday, 8 January 2015 No comments
"Kami datang penuhi panggilan-Mu (Ibadah Haji)"

Kami datang penuhi panggilanMu
Kurang dari dua bulan lagi, kota suci umat Islam yaitu Mekkah di Arab Saudi akan dibanjiri oleh umat muslimin dari seluruh penjuru dunia untuk menjalani ibadah haji. Ibadah haji memang bukanlah suatu hal yang diwajibkan, dan hanya dipersyaratkan bagi mereka yang mampu. Namun demikian, sebagai seorang muslim yang taat tentunya seseorang akan memiliki asa yang kuat untuk bisa menunaikan salah satu dari rukun Islam tersebut. Bagi umat muslim di Indonesia khususnya, menunaikan ibadah haji tentunya bukanlah suatu perkara yang sepele. Faktor jarak yang sedemikian jauh dan waktu yang tidak sebentar, membuat biaya naik haji yang dikelola oleh pemerintah atau yang biasa kita kenal dengan Ongkos Naik Haji (ONH) menjadi kurang terjangkau bagi sebagian orang, dan bahkan karena faktor inflasi maka ONH ini semakin lama menjadi semakin mahal. Niat, doa dan motivasi kuat saja rasanya belum cukup untuk bisa membawa kita ke tanah suci. Harus ada usaha dari sisi finansial juga agar kita bisa berhaji. Berikut adalah hal–hal dan kebutuhan yang harus diperhatikan dari sisi finansial apabila kita berniat untuk memenuhi panggilan-Nya :

• ONH. Ongkos Naik Haji ini memiliki dua pilihan : ONH reguler yang saat ini berkisar di angka 30 juta rupiah per orang serta ONH Plus yang berada di kisaran 70 juta rupiah per orang. Apapun pilihan anda, bila saat ini anda punya uang cash sebesar ONH tersebut pun, bukan berarti anda bisa langsung berangkat. Daftar tunggu ONH reguler saat ini berkisar 5–10 tahun, sementara ONH plus paling cepat 2 tahun baru bisa berangkat sejak mendaftarkan diri.

• Pengajian atau selamatan sebelum keberangkatan serta syukuran setelah berhaji. Acara ini sebenarnya bukanlah suatu kewajiban untuk dilaksanakan, namun kultur sosial masyarakat kita cenderung seperti mensyaratkan seorang calon haji untuk membuat acara selamatan sebelum ia berangkat haji, dan mengadakan acara tasyakuran setelah ia kembali dari tanah suci.

• Uang saku selama berada di tanah suci. Bila kita mengikut rombongan haji yang dikelola oleh pemerintah tentu urusan logistik dan makanan sudah ditanggung oleh pemerintah. Namun akan lebih bijak bila kita menyiapkan sejumlah dana cadangan, siapa tahu dibutuhkan untuk jajan, naik taksi, atau keperluan lainnya.

• Oleh–oleh. Bukan rahasia lagi, jemaah haji maupun umrah dari Indonesia selama di tanah suci selain untuk beribadah juga terkenal giat berbelanja. Hitung dari awal siapa saja orang di tanah air yang akan anda beri buah tangan dari Arab. Hal itu bisa membuat anda lebih terkontrol dalam berbelanja. Kebanyakan berbelanja bisa membuat bagasi anda overweight. Alih-alih sibuk berbelanja yang berakibat mengurangi porsi ibadah selama di tanah suci, pertimbangkan untuk membeli barangnya di toko oleh-oleh haji yang banyak terdapat di kota-kota besar di Indonesia.

• Jangan lupakan keluarga yang ditinggalkan di Indonesia. Bagi mereka yang berangkat berhaji, mungkin saja ada anggota keluarga atau siapapun yang selama ini bergantung pada mereka secara finansial yang ditinggalkan di rumah. Tentu anda tidak ingin dong, selama anda menunaikan ibadah haji anak–anak anda dirumah puasa tidak makan selama sekian lama. Maka dari itu sebelum berangkat coba estimasikan dahulu pengeluaran untuk orang-orang yang anda tinggalkan berapa sih. Termasuk juga pengeluaran untuk cicilan kredit, listrik, PAM, uang sekolah, dan lain sebagainya. Akan lebih bijak lagi bila anda menyiapkan asuransi jiwa bagi diri anda, karena memang orang yang beribadah haji tidak selalu dapat kembali berkumpul bersama keluarga dirumah. Dan bila hal tersebut menimpa kita, maka tentunya sudah ada jaminan finansial untuk kelangsungan hidup orang-orang yang kita tinggalkan.

Dari sekian banyak hal yang harus dipersiapkan secara finansial, tentu kita sudah dapat menerka sebenarnya berapa sih kebutuhan total kita selama menjalankan ibadah haji?. Dan untuk memenuhi target angka tersebut, ada beberapa cara yang dapat kita lakukan :

• Menabung secara reguler lewat bank. Cara ini adalah cara yang paling jamak dilakukan oleh orang-orang. Dari biaya pendaftaran haji saat ini, anda bisa mengestimasi berapa besar dan berapa lama anda bisa menabung. Semakin lama target waktu anda berangkat haji, maka jumlah yang ditabungkan akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya.

• Investasikan uang tabungan anda. Sudah menabung untuk biaya haji tapi jumlah uangnya kok bertambahnya tidak signifikan yach?. Maka untuk mengoptimalkan pertumbuhan jumlah uang anda serta mempersingkat waktu masa tunggu berhaji, alokasikan uang tabungan kita itu dalam bentuk logam mulia ataupun reksadana.

• Dana talangan haji. Beberapa bank saat ini sudah memiliki produk Dana talangan haji ini, dimana pihak bank membayarkan biaya pendaftaran haji kepada pemerintah, dan kemudian kita yang akan mencicil sejumlah dana kepada pihak bank. Sisi positif dari produk ini adalah kita menghemat waktu untuk bisa mendaftar haji, sehingga kita cukup menunggu waktu keberangkatannya saja. Sama–sama mencicil menabung, kalau dengan produk ini kita mencicilnya belakangan karena biaya pendaftaran haji sudah ditalangi oleh pihak bank.

Jadi apapun pilihan dan cara anda untuk bisa memenuhi panggilan-Nya, niatkan seutuhnya untuk beribadah kepadaNya dan optimalkan usaha anda untuk bisa menjalaninya.

Salam,



Don't Miss