Responsive Ad Slot

Latest

Menabung

Bisnis

Liburan

Featured Articles

Showing posts with label Keuangan Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keuangan Keluarga. Show all posts

4 Kiat Memanfaatkan Pesangon Pensiun Dini Agar Tak Sekedar Numpang Lewat

Posted on Friday, 4 March 2016 4 comments


 

Setiap orang pasti punya cita-cita untuk membahagiakan keluarga kecil mereka  lewat berbagai cara, ada yang ingin   memiliki rumah mewah dan nyaman,  bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya (yang biasanya memerlukan biaya yang cukup banyak), mengajak keluarga liburan keliling dunia, dan masih banyak keinginan-keinginan lainnya yang memerlukan biaya.   Cita-cita tersebut nampaknya sulit terlaksana jika kita hanya karyawan biasa yang mengantungkan hidup dari gaji bulanan.  

 

Perencanaan Keuangan untuk Suami Istri

Posted on Monday, 28 December 2015 5 comments

Perencanaan Keuangan untuk Suami Istri

Perencanaan Keuangan untuk Suami Istri


Keuangan adalah hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga. Ada banyak kehidupan rumah tangga yang berakhir dengan perceraian akibat masalah keuangan. Padahal dengan sikap terbuka dan pengertian sejak mengucapkan janji suci di hadapan penghulu semua masalah pasti ada jalan keluarnya, termasuk masalah keuangan. Ada baiknya Kita dan pasangan saling mengerti tentang kondisi keuangan masing-masing, ini adalah modal awal untuk membina keluarga bahagia.

Pada umumnya kebanyakan calon pengantin lebih fokus cara mewujudkan pesta pernikahan unik yang tidak akan dilupakan dalam seumur hidupnya, namun melupakan pengaturan keuangan setelah hidup berumah tangga. Kenyataannya untuk pasangan yang telah menikah ada tagihan-tagihan yang harus dibayar dan beberapa kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Permasalahan keuangan yang sering muncul dari pasangan suami istri berputar pada tiga hal, yaitu : pemasukan, pengeluaran, dan tabungan. Ketiga hal tersebut membutuhkan sikap terbuka antara kita dan pasangan untuk terjalinnya kehidupan rumah tangga yang harmonis. Keputusan untuk hal-hal yang bersifat perencanaan keuangan seperti membuka rekening bersama, memiliki kartu kredit, ikut program asuransi, dan memutuskan siapa yang memegang kas dan mengatur keuangan keluarga adalah sesuatu yang wajib dibicarakan bersama.

Anda dan pasangan perlu menyadari bahwa dua insan ini memiliki latar belakang yang berbeda dalam segala hal, dan besar kemungkinan pandangan kita tentang pengaturan keuangan akan tidak sama dengan Anda. Dengan saling terbuka dan jujur, kita dapat bertukar pikiran dan membahas masalah bersama. Kita juga bisa merencanakan siapa yang akan membayar tagihan, dan kebutuhan apa saja yang harus ditanggung bersama, ini harus didiskusikan sejak awal pernikahan.

Menentukan tujuan keuangan bersama adalah titik awal yang baik yang harus dilakukan setiap pasangan suami istri. Dari sana kita dan pasangan bisa menentukan apa yang ingin diwujudkan dan bagaimana cara mewujudkan impian tersebut. Pembicaraan ini akan mengarahkan Anda dan pasangan kepada perencanaan keuangan yang lebih jelas.

Hal pertama yang bisa Anda berdua lakukan adalah menuliskan pendapatan apa saja yang diterima  dan apa saja pengeluaran-pengeluaran rutin setiap bulannya. Anda berdua benar-benar harus terlibat penuh dalam tahap ini, berbagilah secara bijaksana tentang pendapat siapa yang lebih banyak digunakan untuk membiayai hidup, bicarakanlah cara memenuhi semua kebutuhan sesuai anggaran yang Anda berdua rencanakan. Jika setelah dihitung namun uang Anda berdua tidak cukup, maka perlu dicari solusi agar uang tersebut cukup dengan mencari penghasilan tambahan dan mengurangi pengeluaran yang bukan prioritas.

Pada akhirnya, Anda berdua harus melakukan evaluasi keuangan untuk menilai apakah Anda berdua sudah berbelanja sesuai anggaran atau anggaran keuangan sama sekali Anda abaikan. Satu hal penting dalam kehidupan keuangan keluarga, cobalah untuk tidak menuduh pasangan sebagai biang keladi, lebih baik mencari solusi masalah tersebut.

Tiga hal yang harus Anda berdua hindari adalah:

1. Membeli barang yang mahal tanpa memberitahu pasangan Anda terlebih dahulu.

2. Menyimpan pendapatan tambahan di luar gaji untuk kesenangan sendiri, tanpa memberitahu hal ini kepada pasangan Anda.

3. Menunda pembayaran utang, karena bunga kredit dan cicilan bulanan yang menumpuk bisa mengganggu arus kas keluarga Anda.

Selamat mengelola keuangan bersama pasangan.


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

4 Kunci Pengeluaran Bijak

Posted on Thursday, 17 December 2015 No comments

4 Kunci Pengeluaran Bijak

4 Kunci Pengeluaran Bijak

Kunci untuk membangun kekayaan adalah dengan patuh terhadap anggaran dan membelanjakan uang dengan bijaksana. Apa saja yang termasuk pengeluaran bijak? Jika Anda membeli motor apakah itu bijaksana? Jika Anda makan setiap akhir pekan di restoran mahal apakah itu bijak?
Inilah penjelasan sederhanyanya. Membeli suatu benda bisa jadi bijak atau hanya membuang-buang uang. Contohnya jika Anda membeli motor baru untuk menghemat biaya transportasi, dan sebagai kendaraan utama untuk mengantar anak-anak ke sekolah, maka ini adalah cara bijaksana membelanjakan uang. Tetapi kalau Anda membelinya hanya karena ada motor keluaran baru yang dikeluarkan pabrik Yamaha, sedangkan Anda sudah punya motor lain yang masih bagus, itu merupakan bentuk lain pemborosan.

Jadi kesimpulannya, pengeluaran yang bijak adalah pengeluaran yang memiliki alasan kuat di balik pembelian tersebut. Jika Anda tidak membelinya, ritme hidup Anda terganggu. Secara garis besarnya, terdapat empat kunci pengeluaran bijak yaitu : wajib, penting, bagus, dan tidak berguna. Setiap kali Anda berbelanja cantumkan kategori tersebut pada bukti pengeluaran belanja Anda.
Kategori pertama adalah pengeluaraan wajib. Suka atau tidak suka Anda wajib mengeluarkan uang tersebut. Pengeluaran wajib tersebut misalnya: belanja  sembako (beras, minyak sayur, gula, telur, lauk pauk, teh, kopi), biaya tagihan listrik, PDAM, gas, iuran kebersihan, iuran keamanan, biaya trasportasi, biaya paket internet/pulsa ponsel, dan iuran BPJS Ketenagakerjaan.
Kategori kedua pengeluaran penting. Benda-benda yang dibeli dalam kategori ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga Anda, misalnya: langganan koran, buku, speedy internet, tv kabel, biaya perawatan tubuh, biaya fitness, dan lain sebagainya.

Kategori pengeluaran ketiga adalah bagus. Pengeluaran dalam kategori bagus, yaitu menghibur keluarga Anda agar tidak jenuh. Misalnya : nonton film di bioskop sebulan sekali, makan di restoran, jalan-jalan ke tempat wisata, merayakan ulang tahun dan membelikan mereka hadiah pada hari istimewa tersebut.

Lalu apa saja yang termasuk kategori tidak berguna? Nah, itu sederhana sekali. Hal-hal apa pun yang tidak menambah keuntungan hidup Anda dan keluarga secara positif. Misalnya : merokok, memodifikasi motor matik Anda menjadi bertenaga 200 cc, mengganti knalpot menjadi racing (khusus untuk motor balap), kecuali Anda Jorge Lorenzo, atau Valentino Rossi dan ingin dikejar-kejar polisi lalu lintas. Hemat kata Anda membuang uang untuk sesuatu yang tidak berguna dan hanya menyusahkan diri Anda dan orang lain.

Empat jenis pengelompokan ini akan berbeda bagi tiap-tiap individu, apa yang wajib bagi Anda mungkin bagus untuk orang lain. Andsa harus berani jujur pada diri sendiri ketika mengelompokkan pengeluaran bijak ini. Jika Anda membelanjakan uang Anda untuk hal-hal yang tidak berguna dan mengelompokkan  pembelanjaan tersebut dalam pengeluaran penting, maka Anda secara sadar merusak ritme hidup Anda. Misalnya : Anda membeli rokok satu dus sementara beras di rumah habis. Lewat artikel ini semoga Anda paham empat kategori pengeluaran bijak dan berani jujur pada diri sendiri. Selamat mencoba.

Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji

Posted on Thursday, 12 November 2015 No comments
"Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji"

Biaya Sekolah Anak Tak Perlu Menguras Gaji

Tidak ada kata terlambat untuk menyiapkan dana pendidikan anak, meskipun program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah  membuat orang tua terbebas dari biaya SPP, namun Anda tetap harus mempersiapkan biaya-biaya lainnya. Anda harus sigap dan bergerak cepat agar tabungan atau asuransi pendidikan yang terkumpul makin banyak. Ini harus Anda lakukan agar biaya sekolah anak tak perlu menguras gaji. Hal yang tak kalah penting, perhatikan juga hal-hal berikut ini.

- Sekolah yang Dituju
Diskusikan dengan pasangan dan libatkan anak Anda  mengenai sekolah yang dituju, pertimbangkan jarak rumah ke sekolah, jenis sekolahnya (sekolah Islam Terpadu, sekolah negeri, atau sekolah swasta), fasilitas yang tersedia, bagaimana kurikulumnya, prestasi sekolah, guru pengajarnya, dan apa saja kegiatan ekstrakulikulernya. Jangan ragu datang ke pameran pendidikan, dan banyak bertanya kepada teman-teman Anda, sehingga Anda punya banyak pilihan sekolah bagus, tidak mahal, dan lokasinya dekat dari rumah Anda.

Sekolah seperti apa yang dinginkan anak Anda? Sebab pilihannya terlalu beragam. Masing-masing sekolah memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah pilih sekolah bisa bikin runyam dan masalah berkepanjangan. Anak yang salah memilih sekolah tidak akan menyukai lingkungan arunya. Jadi penting sekali memilih sekolah berdasarkan keinginan anak bukan perdasarkan pilihan otoritas orang tua belaka.

- Lakukan Pemilihan Sekolah
Ajak anak untuk memilih sekolah tersebut, tanyakan segala sesuatu kepada pihak sekolah, minta penjelasan mengenai visi dan misi sekolah, dan cermati bagaimana visi misi tersebut tercermin pada diri anak-anak didik dan kurikulum sekolah tersebut. Kalau perlu cari sumber informasi dari sumber lain seperti kenalan, kerabat, internet, dan orang-orang di sekitar lingkungan sekolah.

Tak kalah penting, pilihlah sekolah yang menjadikan orang tua sebagai partner yang sama-sama berperan dalam memajukan dan mencerdaskan anak-anak didik. Pada umumnya pemilihan sekolah bisa dilakukan ketika sekolah mengadakan “pembukaan pendaftaran atau open house, menjelang tahun ajaran baru. Amatilah sekolah tersebut dan bertanyalah kepada anak dan orang tua yang telah menyekolahkan anaknya pada sekolah tersebut. Pada saat yang sama, lihatlah reaksi anak, kalau memang dia senang dengan sekolah tersebut, akan memudahkan dia untuk giat belajar jika tidak ajaklah anak Anda untuk melihat sekolah yang lain.

Hal khusus lainnya adalah pilihlah sekolah yang dekat dari rumah, untuk menghemat waktu perjalanan anak dan menghemat ongkos. Jangan memakskan diri menyekolahkan anak di sekolah mahal padahal kemampuan orang tua pas-pas-an. Solusinya adalah dengan mempersiapkan dana pendidikan anak jauh-jauh hari.

- Jangka Waktu
Tentukan jangka waktu yang Anda pilih untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Ingat, makin panjang jangka waktu yang Anda miliki, makin ringan pula beban untuk mengumpulkannya.

- Jenis Investasi
Kenali jenis-jenis investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak Anda. Apakah berbentuk tabungan, reksadana, saham, asuransi pendidikan, ataupun emas. Jika Anda tidak mempersiapkan dana pendidikan anak dari jauh-jauh hari, Anda terpaksa berurusan dengan pegadaian untuk melunasi biaya pendidikan anak Anda.

Dalam menghitung biaya pendidikan anak perhatikan rata-rata kenaikan biaya pendidikan tiap tahunnya, kemungkinan berkisar 10-15 % per tahun. Selamat berburu sekolah terbaik bagi anak Anda dan mempersiapkan dana pendidikannya.

Salam Sukses Finansial,



Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Membeli Rumah Bagi Karyawan Saat Tak Punya Uang Muka

Posted on Wednesday, 4 November 2015 No comments
"Membeli Rumah Bagi Karyawan Saat Tak Punya Uang Muka"

Membeli Rumah Bagi Karyawan Saat Tak Punya Uang Muka

Banyak karyawan yang masih lajang atau statusnya telah menikah, dan bekerja bertahun-tahun, namun belum memiliki rumah dengan alasan mahalnya uang muka pembelian rumah. Sesungguhnya, kapankan waktu yang tepat untuk memikirkan tentang membeli rumah?

Rumah adalah simbol kemandirian, setelah menikah Anda akan berpikir untuk keluar dari rumah orang tua Anda dan mengontrak atas nama hidup mandiri dan tidak ingin merepotkan orang tua Anda sepanjang masa.  Semua orang pasti ingin memiliki rumah, masalahnya dengan jumlah penduduk yang banyak dan tanah yang terbatas membuat harga tanah dan rumah cenderung meningkat.

Perhatikan, dalam ilmu akuntansi, hanya tanah yang tidak mengalami penyusutan. Ini semakin menegaskan bahwa mustahil harga tanah mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Lalu kapan waktu yang tepat untuk membeli tanah dan membangun rumah impian Anda? Inilah tips membeli rumah bagi karyawan saat Anda tak punya uang muka.

Mulailah dengan mengumpulkan brosur komplek perumahan yang sering ditawarkan SPG (Sales Promotion Girl) di mal atau sebuah pameran penjualan rumah. Lihat dan perhatikan berapa uang muka dan cicilan per bulannya, lalu mulailah menabung 30 persen dari gaji Anda mulai bulan ini. Anggap saja gaji bersih Anda sesuai UMR (Upah Minimum Regional) yaitu, Rp 2.700.000, artinya Anda harus disiplin menabung Rp 810.000 per bulan dari sekarang.

Kemudian, kunjungilah daerah yang menjadi tujuan rumah Anda tersebut. Jangan sampai Anda kaget karena selama ini bermimpi tanpa melihat kenyataan bahwa daerah impian tempat tinggal Anda sudah penuh, atau tak tersisa sedikit pun tanah kosong. Datangi kantor pemasaran perumahan tersebut, baca dengan saksama ketentuan dalam membeli rumah idaman Anda. Jika mahal, jangan patah semangat karena belum memiliki uang yang cukup. Sebagian besar orang membeli rumah dengan cara kredit atau berhutang.

Hal utama yang harus Anda siapkan adalah down payment atau uang muka dan kemampuan dalam membayar cicilan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Biasanya uang muka adalah 30% dari harga rumah, sementara cicilan KPR adalah tergantung plafon kredit dan bunga yang berlaku saat ini. Masalah pembayaran uang muka akan teratasi jika Anda bersedia menyisihkan 30% tabungan Anda sejak Anda memiliki pendapatan tetap (gaji) sejak Anda mulai bekerja, berapa pun pendapatan Anda.

Perhatikan pula kemampuan Anda dalam mencicil utang seharusnya tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan Anda. Saat membeli rumah ada beberapa pengeluaran kas lain yang harus Anda siapkan. Mulai dari biaya provisi, administrasi, legal, notaris, surat kuasa, asuransi kredit, appraisal, belum lagi biaya tak terduga untuk renovasi dapur, kamar mandi, teralis, tambahan daya listrik, dan lain sebagainya. Lebih baik Anda menyiapkan diri untuk membeli rumah dalam waktu 5 tahun dari sekarang dengan menyisihkan 30 persen dari gaji bulanan Anda. Sedikit demi sedikit lama-lama uang Anda akan membukit.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Mengatur Anggaran Mudik

Posted on Monday, 12 January 2015 No comments
"Mengatur anggaran mudik"

Mengatur Anggaran Mudik
Budaya kita memang terkenal memiliki hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Budaya warisan ini yang diwariskan turun temurun ini bahkan sudah sedemikian mengakarnya. Tidak heran betatapun modernisasi yang membuat orang jaman sekarang semakin individualis, tetap saja acara kumpul-kumpul selalu dilakukan orang agar tetap merasa dekat dengan lingkunganya dan terutama dengan kerabat dekat. Kebiasaan ini sudah menjadi agenda tidak rutin tiap orang apalagi jika sudah berkeluarga. Saling mengunjungi sesekali untuk sekedar minum teh, arisan keluarga atau datang saat acara ulang tahun juga pesta perkawinan, sudah menjadi bagian dari cara kita mengekspresikan kebutuhan untuk tetap bisa berhubungan. Selain acara kumpul-kumpul yang menjadi agenda tidak rutin tadi, tiap tahunnya kita juga mempunyai agenda rutin yaitu mudik yang biasanya dilakukan berbarengan dengan hari libur besar seperti hari Raya Lebaran atau Natal. Mudik adalah istilah yang digunakan untuk kegiatan mengunjungi orang tua dan sanak saudara yang tinggalnya di kampung halaman.

Pos-Pos Anggaran Mudik

Biasanya mudik akan membuat kita bepergian dalam waktu relative lama atau paling tidak selama masa liburan atau cuti panjang. Apalagi jika mudik dilakukan sambil menikmati liburan, alhasil berbagai kesempatan rekreasi tidak akan dilewatkan. Begitu juga acara wajib semacam kunjungan ke beberapa saudara disana, hampir tidak mungkin datang dengan tangan kosong bukan Yang pasti setiap kali mudik kita harus menyediakan sejumlah dana yang cukup  untuk membiayai pengeluaran kita disana. Masalahnya anggaran belanja pun sering kali naik karena mudik ini, sebab bukan hanya transportasi pulang balik yang harus Anda tanggung, tapi pengeluaran lain–lainnya seperti hadiah, oleh-oleh, rekreasi, makan-makan dan lain lain. Segala hiruk pikuk sukacita mudik seringkali membuat pengeluaran-pengeluaran ini tidak terkontrol. Agar anggaran mudik dan belanja Anda tidak kebobolan saat mudik maka sebelum berangkat persiapkanlah anggaran untuk mudik dengan baik. Bertindaklah bijaksana untuk tidak lagi mengalami defisit anggaran belanja gara-gara anggaran mudik Anda yang jebol.

Apa sajakah biaya-biaya yang harus Anda siapkan saat mudik? Berikut ini adalah pos-pos persiapan dana anggaran mudik yang perlu disiapkan :

1. Anggaran transportasi, anggarkanlah dana transportasi mulai dari keberangkatan sampai pulang kembali. Besar kecilnya anggaran akan tergantung dari pemilihan transportasi apa yang dipakai dan berapa jumlah orang yang akan ikut mudik.

2. Anggaran penginapan, buat sebagian orang mudik tidak afdol jika tidak sekalian menginap di rumah orang tua atau saudara dekat disana. Namun jika kondisi tidak memungkinkan karena tidak tersedianya kamar untuk menginap, maka hotel, losmen atau tempat penginapan lain bisa dipilih. Hanya saja jika menginap di rumah orang tua atau saudara kita tidak usah membayar biaya penginapan bahkan untuk makan sekalipun, jadi lebih hemat. Nah, mungkin uang penginapan dan makan bisa digunakan untuk rekreasi, beli oleh-oleh, atau memberi hadiah kepada orang tua atau saudara yang rumahnya tempat kita menginap.

3. Anggaran amal, hadiah, sumbangan untuk diberikan kepada sanak saudara di sana. Bisa berupa barang atau uang tunai. Buatlah daftar orang-oarang yang akan Anda beri hadiah beserta anggaran masing-masing orang. Pembelian hadiah harus disesuaikan dengan anggaran bukan sebaliknya. Kalau pemberian berupa uang tunai sebaiknya sudah dipisahkan atau sudah dimasukkan ke amplop masing-masing. Supaya tidak kerepotan disana.

4. Anggaran oleh-oleh, walaupun tidak wajib tapi biasanya kita ingin membawa oleh-oleh khas kampung halaman untuk diberikan ke teman atau tetangga kita. Anak-anak kita yang sudah remaja juga biasanya ingin membawa oleh-oleh untuk temannya. Anggaran untuk oleh-oleh tidak perlu terlalu besar, sebab jika beli terlalu banyak akan sangat repot membawanya pulang.

5. Anggaran rekreasi, kalau waktu mudik sekaligus digunakan juga untuk rekreasi. anggarkanlah juga biaya khusus untuk rekreasi. Hati-hati anggaran rekreasi ini mudah sekali membengkak, sebab ketika bersenang-senang orang cenderung boros. Perhitungkan juga kemungkinan Anda tidak akan cuma mengajak keluarga Anda jalan-jalan, sebab orang tua atau saudara lain mungkin juga ikut.

6. Biaya tak terduga, sediakan sejumlah minimal minimal 10% dari total anggaran mudik Anda. Sedia payung sebelum hujan karena kita tidak pernah tahu apa saja yang akan terjadi selama mudik. Mobil yang mogok dijalan, pesawat yang ditunda keberangkatannya, biaya rekreasi yang membengkak. Intinya jika karena sesuatu hal yang menyebabkan pos-pos anggaran mudik lebih dari budgetnya, atau jika ada pengeluaran yang tidak ada dalam anggaran pos-pos mudik, Anda bisa mengambilnya dari pos biaya tak terduga.

Persiapkan Alat Pembayaran dan Uang Tunai Secukupnya

Untuk membayar berbagai keperluan beberapa hari saat mudik maka mau tidak mau kita harus membawa uang tunai yang jumlahnya cukup besar, walaupun tidak praktis tetapi hal ini tidak bisa dihindarkan karena beberapa hal, antara lain  :

- Kita tidak selalu bisa mengandalkan kartu ATM dan mesin ATM. Walaupun tidak sering tapi hampir semua orang pernah mengalami hambatan saat akan bertransaksi menggunakan kartu dan mesin ATM, misalnyai mesin ATM sedang tidak bisa berfungsi, kartu ATM tiba-tiba rusak atau hilang dalam perjalanan, lupa nomor PIN ATM.

- Letak mesin ATM terlalu jauh dari tempat tinggal.

- Tidak semua tempat menerima kartu debet. Pada umumnya kartu debet hanya diterima di pusat-pusat perbelanjaan di kota, untuk pembayaran di rumah makan, beli bensin, beli oleh-oleh khas kota Anda, bayar tiket ke tempat rekreasi biasanya hanya menerima pembayaran tunai saja.

Sayangnya dengan adanya uang tunai cukup banyak ditangan biasanya membuat Anda terdorong belanja lebih banyak. Selain itu dari faktor keamanan juga beresiko karena ditakutkan bisa terjadi kecurian atau perampokan. Karena itu agar uang tunai yang kita bawa tidak kurang ataupun terlalu banyak, maka perlu di perhitungkan dengan cermat berapa kebutuhan Anda saat mudik. Beberapa saran berikut ini mungkin bisa membantu Anda menentukan jumlah uang tunai yang cukup untuk dibawa, yaitu sebagai berikut :

- Sebelum berangkat carilah informasi selengkapnya mengenai keberadaan mesin ATM dari bank Anda, dimana letaknya di kampung halaman Anda. Tentunya semakin banyak jumlah mesin ATMnya jumlah uang tunai yang dibawa semakin sedikit, sebab Anda mungkin tidak kesulitan mengambil uang tunai di sana

- Jika kampung halaman Anda terpencil, sehingga mesin ATM tidak tersedia atau jaraknya jauh, berarti jumlah uang tunai yang harus dibawa tentunya semakin besar. Untuk mensiasati cobalah mengirim uang terlebih dahulu sebesar anggaran mudik Anda disana  kepada orang tua Anda atau saudara yang dipercaya. Mintalah mereka mengambilnya uang yang dikirimkan sebelum Anda tiba. Selain transfer lewat bank, Anda juga bisa mengirim uang melalu wesel pos.

- Pada saat inilah keberadaan kartu kredit menjadi sangat berguna sebab membantu Anda mengurangi beban membawa uang tunai yang besar. Kartu kredit juga bisa digunakan sebagai dana cadangan, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat. Untuk membayar beberapa transaksi yang jumlahnya besar bisa menggunakan kartu kredit Anda misalnya penginapan dan restoran. Namun, untuk pengeluaran yang kecil-kecil seperti belanja dan rekreasi sebaiknya prioritaskanlah membayarnya dengan uang tunai atau dengan kartu debet saja.

- Pisahkan uang tunai masing–masing pos anggaran. Untuk menghindari resiko kecurian atau hilangnya semua uang tunai Anda, sebaiknya tidak memasukkan seluruh uang tunai kedalam satu tempat seperti dompet atau tas tangan Anda. Pisahkan uang tunai yang akan dipakai dalam perjalanan dengan yang akan dipakai di tempat tujuan, memisahkan uang tunai masing-masing pos anggaran ke dalam amplop uang. Saat Anda memerlukannya maka Anda tinggal buka amplop tersebut.



Perencanaan Keuangan Untuk Bunda

Posted on Thursday, 8 January 2015 No comments
"Perencanaan keuangan untuk bunda"

Perencanaan Keuangan Untuk Bunda
Tiap tahun tepat tanggal 22 Desember seluruh dunia memperingati hari Ibu. Menjadi seorang ibu berarti memiliki pekerjaan 24 jam sehari, sehingga kapanpun harus selalu siap untuk keluarga. Tidak jarang  ibu rumah tanggapun harus berhadapan dengan situasi keuangan yang  dilematis dan berada dalam posisi sulit antara dirinya dan keluarganya. Karena itu , menjelang hari Ibu perlu kiranya ibu-ibu di seluruh dunia melakukan perenungan dan membuat perencanaan keuangan yang mengutamakan keluarga sekaligus mengakomodir aspirasi pribadinya .

Adapun terdapat 6 (enam) titik rawan keuangan yang harus dievaluasi kembali oleh ibu rumah tangga sebab berpotensi melukai mereka secara finansial, antara lain:

1. Pekerjaan & Karir : 
Keputusan meninggalkan karir demi keluarga sebaiknya tidak didasarkan pada alasan romantis dan sentimental. Sebab akibatnya akan membuat ibu tidak lagi memiliki penghasilan sendiri. Karena itu harus diperhitungkan dengan cermat. Jika gaji habis untuk transport kantor, busana, membayar gaji pembantu rumah tangga dan ibu merasa tidak bahagia dengan pekerjaan tersebut, maka berhenti kerja cukup masuk akal. Jika ibu memiliki karir yang cemerlang, menyukai pekerjaannya, gajinya cukup, dan merasa bahagia karenanya. Ibu memiliki semua alasan untuk tetap bekerja. Masalah sulitnya membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga serta isu besar seperti pengasuhan anak, adalah alasan-alasan klasik yang dapat dicari solusinya.

2. Suami & anak-anak :
Siapakah pasangan anda ? Siapakah anak-anak anda Intinya segala sesuatu mengenai suami dan anak-anak selalu memiliki konsekuensi finansial. Semakin banyak yang ibu tahu, semakin banyak yang akan ibu pahami dan semakin besar pula peluang untuk bisa mengoptimalkan berbagai potensi. Semakin mudah pula peluang untuk bisa mengantisipasi berbagai risiko yang tidak dikehendaki.

3. Perceraian :
Tidak ada satu pasangan suami istripun yang mengharapkan perceraian. Untuk mengantisipasi hal ini ibu rumah tangga harus memahami aspek hukum dan peraturan seputar :  a) Harta bawaan dan  Harta Gono Gini. Ibu rumah tangga memiliki hak atas sejumlah tertentu harta keluarga yang dikumpulkan selama masa pernikahan. Namun harta yang sudah didapat masing-masing pihak baik suami maupun istri sebelum pernikahan, maka harta tersebut termasuk harta bawaan dan tidak termasuk gono gini ; (c) Child support, adalah tunjangan biaya hidup anak yang masih sekolah yang dibayarkan oleh mantan suami kepada mantan istri; (d) Allimony, adalah tunjangan biaya hidup mantan istri dari mantan suaminya selama mantan istri belum mendapat penghasilan atau belum menikah kembali

4. Kematian :
Dalam hal kematian ada dua akibat yang ibu rumah tangga harus pahami, yaitu : (1) Mewariskan. Jika ibu rumah tangga sudah memiliki sejumlah harta, maka kematiannya akan menimbulkan harta waris yang bisa dibagikan kepada ahli waris yaitu suami, anak-anak dan orang tuanya. ; (2) Mewarisi ;  ibu rumah tangga juga bisa mendapat harta waris dari harta orang tuanya, suaminya bahkan anak-anaknya jika terjadi kematian pada mereka.

5. Umur panjang :
Menurut hasil survey wanita memiliki harapan hidup lebih panjang dari pria. Umur panjang bisa menjadi berkah, di lain pihak kehidupan yang panjang bagi ibu juga mempunyai implikasi tersendiri sebab keharusan tersedianya sarana-sarana pendukung untuk menikmati hidup. Tambahkan Dana Pensiun sumai dengan Dana Pensiun ibu, itu lebih baik.



Penulis     : Mike Rini Sutikno, CFP.
Website    : www.mre.co.id
Fanspage  : MreFinancialBusinessAdvisory
Twitter     : @mreindonesia
Google+   : Kemandirian Finansial
Don't Miss