Responsive Ad Slot

Latest

Menabung

Bisnis

Liburan

Featured Articles

Showing posts with label Manajemen Pemasukan. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Pemasukan. Show all posts

Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

Posted on Wednesday, 11 November 2015 No comments
"Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat"
Ganti Karir, Pastikan Melompat dengan Selamat

Lebih setahun Merry berniat melepas pekerjaan sebagai supervisor  di hotel bintang empat. Ia kerap membayangkan sedang berada perjalanan demi perjalanan, mengeksplore gua, situs purbakala, pedesaan, atau sekadar kota-kota dan tempat belanja. Namun, setahun berlalu, perjalanan dinas Merry hanya bolak-balik rumah ke hotel, bersua kemacetan lantas berkutat dalam rutinitas yang menjenuhkan.

Sejatinya, banyak biro perjalanan, termasuk yang berkerjasama dengan hotel tempatnya bekerja menawari posisi sebagai tour guide. Namun, perempuan dilanda galau, lantaran rata-rata gaji sebagi tour guide kerap kali tak besar, termasuk bila dibanding gajinya yang sekarang.
Rasa galau serupa isi hati Merry, sering melanda karyawan yang memutuskan banting setir dalam karier atau membuat usaha sendiri. Alasan ingin pindah beragam: ingin punya lebih banyak waktu, melakukan hal yang disukai dan tentu saja menghasilkan uang lebih banyak. Bila pindah karir sudah lama menghantui pikiran mungkin sudah saatnya membuat lompatan.

Namun, transisi karir kerap kali tak berkalan mulus. Stabilitas karir baru mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama dari harapan Anda. Itu persiapan keuangan mesti ditimbang baik-baik, agar kehidupan tidak terseok  saat merintis karir dari bawah kembali. Persiapan keuangan bisa membuat proses transisi lebih mudah.

Pindah karir mesti didasari pengetahuan dan pemahaman mendalam tentang karir baru, termasuk urusan keuangan dan konsekensi yang harus Anda bayar untuk gaji baru. Situs 360financialliteracy menulis, ada sederetan pertimbangan sebelum Anda memutuskan, “Oke saya sudah mantap dan akan banting stir.”

Pertimbangan itu antara lain, waktu yang Anda butuhkan untuk mendalami pekerjaan baru, prospek bidang kerjanya, dan pengaruh pekerjaan baru terhadap penghasilan. Selain itu, Anda perlu memastikan apakah pekerjaan baru membutuhkan peningkatan kapasitas melalui sekolah atau training, apakah pekerjaan baru menyita lebih banyak jam kerja, dan apakah Anda harus pindah domisili atau tidak.

Nah, kini saatnya Anda menyusun realistic budget, pastikan penghasilan dari pekerjaan baru bisa mengcover semua kebutuhan Anda, termasuk biaya pensiun kelak. Bila angkanya belum selaras, wajib hukumnya membuat dana darurat untuk mengisi masa transisi. Anda juga bisa memadukan penghasilan dari pekerjaan baru dengan pasif income atau penghasilan dari usaha sampingan. Bukan tidak mungkin, Anda mengejar pekerjaan baru karena memang sangat menyukainya dan tak terlalu menyita waktu.

Selanjutanya buat timeline  untuk menggapai tujuan dari karir baru. Dalam kasus Merry misalnya, misalnya membutuhkan berapa lama untuk menjelajah lima benua. Sebab, untuk mencapai goal itu Merry mesti mengimbangi dengan pengetahuan tentang seluk beluk tujuan wisata.

Tak ada salahnya Anda menciptakan diskusi-diskusi dengan orang yang paham dan berpengalaman di karir baru. Bila perlu Anda bisa berkonsultasi dengan ahlinya. Pun demikian pada sisi finansial, ada baiknnya menjumpai konselor keuangan. Perlindungan finansial akan perjalanan menuju membuat karir baru berjalan lebih mulus. Sembari menyiapkan karir baru yang lebih mantap di hati, tetap serius menjalankan pekerjaan Anda yang sekarang.


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap

Posted on Tuesday, 3 November 2015 No comments
"Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap"

Pengeluaran Tetap Vs Penghasilan Tidak Tetap


Freelancer seperti penulis artikel, editor lepas, dan illustrator adalah contoh pekerja yang penghasilannya tidak tetap, sedangkan pengeluarannya tetap. Bagaimana cara mengaturnya? Hal ini akan menimbulkan keruwetan jika tidak pandai menyiasatinya. Sebelum Anda mencari solusinya, mari kita lihat akar masalah sebenarnya. Coba hitung kembali berapa pengeluaran dalam setahun.

Buatlah rincian pengeluaran Anda dalam setahun, bukan satu bulan. Kemudian hitung juga penghasilan Anda tahun yang lalu. Bandingkan antara penghasilan tahunan dan pengeluaran tahunan Anda. Apakah sudah seimbang?

Jika pengeluaran setahun lebih besar daripada penghasilan (tidak) tetap setahun masalah utamanya adalah ketidakseimbangan input vs output tersebut. Jika Anda punya pekerjaan tetap dengan penghasilan tetap pun kalau jumlah pengeluaran setahun lebih besar akan mengguncang keuangan keluarga Anda.

Kemudian apa solusi terbaiknya? Sederhana saja, kalau penghasilan dan pengeluaran tidak seimbang, lakukan dua cara praktis ini. Pertama mengurangi pengeluaran dan kedua memperbesar lingkaran penghasilan Anda. Anda juga dapat melakukan kedua langkah tersebut secara bertahap, kurangi pengeluaran yang tidak penting, bedakan antara pengeluaran yang harus dibayar bulanan seperti tagihan listrik, air, speedy, dengan pengeluaran yang bisa ditunda atau fleksibel seperti, PBB, pajak kendaraan, biaya liburan, dan sebagainya.

Jalan setapak lainnya adalah memperbesar lingkaran penghasilan Anda. Kembangkan jaringan Anda, investasikan waktu luang, keterampilan, dan asset Anda untuk menambah pendapatan tidak tetap Anda. Inilah keuntungan sebagai pekerja freelancer, Anda bisa bekerja pada banyak perusahaan tanpa rasa bersalah, tidak seperti karyawan yang berpenghasilan tetap namun nominal di slip gaji segitu-segitu melulu. Tambahan penghasilan terjadi jika mereka mendapat perintah lembur dari atasan.
Bagaimana jika setelah Anda hitung ternyata penghasilan tidak tetap Anda lebih besar dari pengeluaran tetap Anda? Nah, ini mudah, simpan saja surplus tersebut sebagai dana cadangan Anda.

Jika prediksi penghasilan tidak tetap Anda meleset, dan neraca bulanan Anda defisit gunakan uang tersebut untuk menutupinya. Buatlah proyeksi uang masuk dan uang keluar per minggu, perhatikan minggu mana yang defisit dan minggu mana yang surplus. Buatlah proyeksi ini minimal selama tiga bulan. Gunakan jurus tambal sulam sesuai dengan kondisi nyata yang terjadi.

Anda jangan senang dulu jika surplus, dan memikirkan benda apa ya yang perlu dibeli? Lihat proyeksi mingguan Anda, ada berapa minggu yang harus ditambal sulam? Cara yang kedua adalah, jika aliran uang masuk dan keluarnya sudah lancar. Tampung semua penghasilan dalam rekening khusus. Lalu ambil gaji dari rekening khusus tersebut. Mudah-mudahan dengan cara ini tahun berikutnya Anda sudah bisa “bergaji tetap” dari rekening sendiri. Anda akan bekerja maksimal demi tercapainya target tersebut. Selamat tinggal kemalasan.

Salam Sukses Finansial,


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Fenomena Karyawan Suka Kasbon

Posted on Monday, 2 November 2015 No comments
"Fenomena Karyawan Suka Kasbon"

Fenomena Karyawan Suka Kasbon

Kondisi lebih besar pasak dari pada tiang menimbulkan  fenomena Karyawan suka kasbon. Hal ini terjadi dimana-mana terutama saat tanggal-tanggal mendekati gajian. Biasanya dengan alasan untuk menutup defisit rumah tangganya, atau untuk membayar cicilan hutang yang jatuh tempo. Kasbon hampir selalu diambil sebagai jalan pintas untuk mengatasinya. Namun jalan pintas ini tidak mengatasi masalah yang sebenarnya, yaitu pengeluaran yang lebih besar dari gaji. Karyawan yang suka kasbon, hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek yang harus di bayar sekarang. Padahal jika dipikir-pikir tidak semua pengeluaran harus dibayar. Banyak karyawan juga meyakini bahwa pengeluaran rumah tangganya sudah tidak bisa dikurangi lagi. Yang harus disadari adalah bahwa jika kondisi keuangan rumah tangga defisit dan sering kasbon maka keluarga Anda dalam bahaya! Namun karena yakin masih terima gaji bulan depannya, banyak karyawan bersikap masa bodoh. Kebutuhan rumah tangga semuanya pasti penting dan darurat, kalau dituruti gaji berapapun tak pernah cukup. Karyawan sudah menyadari hal ini, tapi sulit terima kenyataan dan tidak cepat melakukan tindakan perbaikan. Hentikan kebiasaan kasbon jika tidak mau ketagihan.

Beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda mengatasi kebiasaan kasbon :

1. Lepaskan diri dari jerat utang.
Stop hutang ! Lunasi hutang yang ada. Berjuanglah untuk melunasi utang Anda secepatnya. Berdiskusilah dengan seseorang untuk membicarakan strategi agar lepas dari jerat utang. Jangan pernah berhutang pada rentenir atau bank keliling, bunganya akan menjerat leher Anda.

2. Segera beralih ke produk dengan manfaat yang sama namun harganya murah.
Lakukanlah survey di banyak tempat untuk membandingkan produk yang sama dengan harga yang berbeda. Misalnya : kulkas, ponsel, tv, layanan asuransi, kebutuhan sembako, dan lain sebagainya. Kemudian hematlah pemakaian listrik di rumah, gunakan lampu seperlunya, dan hematlah pengunaan air.

3. Manfaatkan diskon.
Membeli barang kebutuhan dalam jumlah banyak biasanya mendapat potongan harga. Program beli 2 dapat satu atau beli 3 bayar dua juga bisa menjadi cara menghemat. Anda bisa siasati hal ini dengan patungan bersama suadara, tetangga atau teman sekantor yang memiliki kebutuhan yang sama. Ingat, lakukan belanja bulanan sesuai anggaran belanja Anda. Ambil brosur-brosur yang sering disebarluaskan oleh pramuniaga untuk mengetahui barang-barang kebutuhan Anda yang memiliki discount. Mengganti tempat belanja juga bisa menghemat pengeluaran. Jika biasanya belanja di supermarket, mungkin bisa diganti dengan belanja langsung ke pasar atau tukang sayur keliling, harganya bisa lebih murah.

4. Kurangi acara makan di luar rumah.
Siapkan camilan di rumah. Belajarlah untuk memasaknya sendiri, selain hemat, juga memberi ilmu baru dalam hidup Anda. Buatlah jus, sop buah, capucino sendiri tanpa untuk mengurangi anggaran makan di luar rumah.

5. Hemat energi.
Tukarlah lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energy dn perkecil wattnya. Bila Anda tinggal di kota yang berudara sejuk tak perlu memasang AC atau pendingin ruangan, hematlah pemakaian bahan bakar dengan tidak banyak keluar rumah kecuali untuk alasan penting.

6.Jual barang yang tidak terpakai.
Bila ada barang lama yang tidak terpakai, jangan simpan di gudang, jual saja di situs olx.com atau jual kepada tetangga terdekat Anda. Selanjutnya kamar yang dijadikan gudang terseut dapat Anda sewakan untuk menambah pemasukan.

Solusi jangka panjang lainnya adalah melakukan pekerjaan freelance untuk menutupi kekurangan tersebut. Gunakan keterampilan, waktu luang, dan asset Anda untuk melakukan pekerjaan sampingan. Saya lebih suka menyebutnya dengan bisnis kedua, misalnya : menjadi fotografer di tempat-tempat wisata, illustrator, guru les privat, melukis, menjadi penyiar radio atau MC, menyanyi di café, travel writer (penulis artikel perjalanan wisata), berjualan pulsa elektronik, membuat kolam pemancingan, dan lain sebagainya. Jika ketujuh hal tersebut Anda lakukan, Anda akan terlepas dari kebiasaan kasbon, dan kondisi keuangan Anda secara perlahan akan mengalami perbaikan.


Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You - Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)

Ketika Tunjangan Hari Raya (THR) tinggal ekstraknya

Posted on Thursday, 8 January 2015 No comments
"Ketika Tunjangan Hari Raya (THR) tinggal ekstraknya"

Ketika THR tinggal ekstraknya
Suatu hari pasca Lebaran yang baru saja kita lewati, saya begitu tergelak melihat dan membaca profile picture kontak seorang teman di handphone. Profile picture tersebut bergambar uang receh dan kertas bernominal kecil yang berserakan diatas meja, lalu terdapat tulisan yang nadanya plesetan dari sebuah iklan yang sedang hits saat ini : “Kabar sedih untuk kita semua, karena Tunjangan Hari Raya (THR) kini tinggal ekstraknya “.

Terasa menggelikan memang dan wajar kalau kemudian kita senang membuatnya menjadi sebuah candaan, namun bila kita amati dengan lebih cermat, ternyata fenomena kantong kering alias krisis finansial pasca perayaan plus liburan akbar semacam Lebaran banyak menghinggapi orang–orang disekitar kita, atau mungkin juga diri kita sendiri. Masa–masa liburan apalagi bertemu sanak saudara kadang memang melenakan, sehingga pengeluaran relatif menjadi tidak terkendali. Dan bila tidak kita sikapi dengan lebih bijak dan lebih cermat, dikhawatirkan hal tersebut hanya akan menjadi “penyakit” yang terus kambuh dan berulang secara periodik tanpa ada upaya untuk memperbaikinya.

Lupakanlah saat-saat indah ketika Tunjangan Hari Raya (THR) berkali lipat ditambah gajian datang pada waktu yang berdekatan, karena pada kenyataannya saat ini kita sedang berusaha untuk bisa bertahan hidup sampai waktu gajian datang lagi. Lagipula daripada menyesali yang sudah berlalu, lebih baik kita susun strategi untuk menghadapi kenyataan yang ada.

Langkah pertama adalah kalkulasi total uang cash yang masih kita miliki saat ini, baik yang masih berada di rekening maupun yang ada di dompet. Langkah berikutnya adalah bila sebelum Lebaran kita belum membayar cicilan-cicilan hutang dan kredit kita, maka prioritaskan dahulu untuk membayarnya, terutama hutang yang tidak bisa di kurangi pembayarannya seperti cicilan rumah atau kendaraan. Tujuannya adalah agar kita tidak terkena denda bila menunggak pembayarannya. Seandainya ada hutang kartu kredit, bila ternyata uang yang tersedia sedemikian terbatasnya, maka lakukan dahulu pembayaran minimal. Memang akan berimbas jumlah akhir yang dibayarkan akan menjadi lebih besar, namun karena sifatnya yang darurat lah maka cara tersebut kita pilih.

Bila anda memiliki asuransi jiwa yang pembayarannya bulanan atau yang bertepatan dengan jatuh tempo pembayarannya, maka prioritaskan juga untuk membayarnya terlebih dahulu. Karena bila kita menunggak dan apalagi bila terlalu lama menunggaknya maka akan berakibat bisa terputusnya kontrak asuransi kita dan bila ada klaim bisa tidak dibayarkan oleh perusahaan asuransi, padahal kita tidak pernah tahu kapan suatu keadaan buruk menimpa pada kita. Demikian pula bagi keluarga yang anaknya sudah bersekolah, maka SPP si anak pun harus menjadi prioritas untuk dibayarkan lebih dahulu.

Setelah semua kewajiban terselesaikan, maka prioritas berikutnya adalah alokasikan uang yang masih ada untuk ongkos transportasi kerja anda sehari–hari, dan bila anda memiliki anak yang sudah sekolah maka tentunya juga termasuk ongkos transport si anak itu untuk bersekolah tentunya. Setelah ongkos transport dapat teralokasi, barulah kemudian uang yang ada kita alokasikan untuk kebutuhan konsumsi alias makan sehari–hari. Mengapa prioritasnya ke ongkos transportasi dahulu baru ke makanan?. Karena ongkos transport relatif untuk tidak dapat ditekan lagi pengeluarannya. Sementara untuk urusan makan, akan bisa menjadi lebih fleksible dalam pengaturannya alias masih ada kemungkinan untuk mengganti makanan kita ke harga yang lebih hemat. Kebutuhan luks lainnya seperti Nonton film, nongkrong di kafe ataupu sekedar jajan, mau tidak mau harus di stop dulu. “Wah sebegitu merananya ya sehabis lebaran dan sampai seekstrim itukah kita melakukan penghematan?”. Ya itulah konsekuensi yang harus kita tanggung akibat lalai dalam mengatur keuangan kita. Dan memang, hak masing-masing diri kita mau menjalaninya atau tidak. Apalagi gerakan “mengencangkan ikat pinggang” seperti itu membawa konsekuensi lainnya yaitu kemauan kita menurunkan egoisitas diri karena harus menurunkan gaya hidup yang biasa dijalani. Dan bila enggan untuk menurunkan gaya hidup disaat krisis seperti ini, silahkan bertanya pada diri sendiri “apakah mau tiap tahun seperti ini?”.


Pegadaian Sebagai Sumber Dana Cepat

Posted on 283 comments
"Pegadaian sebagai sumber dana cepat"

Pegadaian Sebagai Sumber Dana Cepat
Butuh dana cepat? Nah daripada pinjam sana sini belum tentu dapat dapat, mengapa tidak Anda coba menggunakan jasa pegadaian. Pegadaian adalah tempat meminjam uang dengan cara menggadaikan barang berharga Anda. Tanpa barang yang digadaikan maka permohonan pinjaman Anda tidak bisa diberikan. Prinsipnya ada  barang ada uang. Mudah sekali bukan, dengan proses instant ini maka siapapun boleh meminjam uang dari pegadaian. Begitu barang diserahkan maka pada hari yang sama Anda langsung bisa mendapatkan pinjamannya. Sesuai dengan mottonya, pegadaian memang “Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah”. Pegadaian memberikan alternatif yang mudah, aman, murah dan fleksibel bagi siapapun yang membutuhkan pinjaman cepat.

Proses Mengajukan Pinjaman Di Pegadaian

Pegadaian merupakan lembaga perkreditan dengan sistem gadai saat itu juga di tempat, dengan menggunakan barang jamianan. Jenis barang yang dapat diterima sebagai jaminan antara lain :
- Perhiasan emas, batu permata dan logam mulia lainnya.
- Barang elektronika, TV, kulkas, mesin cuci, blender, mixer, computer, HP.
- Barang pecah belah, guci antik, peralatan makan, tea set.
- Mesin jahit, mesin kapal.
- Berbagai macam textile, kain batik kuno, permadani.

Prosedur pengajuan pinjaman cukup mudah. Anda cukup mendatangi kantor pegadaian terdekat, langsung ke loket penaksir dan menyerahkan barang yang akan dijadikan jaminan dengan membawa KTP atau surat kuasa dari pemilik barang. Barang jaminan tersebut akan diteliti kualitasnya oleh penaksir untuk menetapkan berapa besarnya uang pinjaman yang akan Anda terima. Selanjutnya kasir akan memberikan uang pinjaman kepada Anda beserta bukti surat gadai. Jumlah nilai pinjaman Anda akan digolongkan untuk menentukan tingkat bunga yang akan ditanggung.

Tingkat bunga pegadaian saat ini adalah sebagai berikut :

1. Pinjaman golongan A (Rp 20.000,- s/d Rp 40.000,-), tingkat suku bunga 1.25% per 15 hari.
2. Pinjaman golongan B (Rp 40.500,- s/d Rp 150.000,-), tingkat suku bunganya 1,25% per 15 hari.
3. Pinjaman golongan C (Rp 151.000,- s/d Rp 500.000,-), tingkat suku bunganya 1.75% per 15 hari .
4. Pinjaman golongan C (Rp 505.000,- s/d Rp 20 juta,-), tingkat suku bunga yang diberikan 1,75% per 15 hari. Beberapa kantor cabang pegadaian bisa memberikan pinjaman diatas Rp 20 juta dengan tingkat bunga yang sama.

Jangka waktu pelunasan pinjaman maksimal adalah 120 hari atau 4 bulan. Anda bisa mengajukan jangka waktu pinjaman per 15 hari atau kelipatannya, sehingga perhitungan bunga berikutnya berdasrkan sisa saldo pinjaman. Anda juga bisa mengajukan pinjaman dengan jangka waktu pelunasan satu kali saja, atau langsung dibayar pada bulan ke 4. Bunga yang diberikan untuk jangka waktu pinjaman 4 bulan adalah 14 % per 4 bulan. Adapun besarnya pinjaman untuk masing-masing golongan pinjaman berkisar sekitar 80% dari nilai taksir barang jaminannya. Anda boleh melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo, dan tidak dikenakan penalty namun tetap diperhitungkan perhitungan bunga berjalannya.

Namun jika sampai tanggal jatuh tempo pinjaman, Anda belum bisa mengembalikan hutang Anda, jangka waktu pinjaman masih dapat diperpanjang maksimal 1 bulan lagi. Jika sampai bulan ke 5 Anda belum bisa mengembalikan pinjaman, maka barang akan dilelang pada bulan ke 5.

Jasa lainnya dari Pegadaian

Selain memberikan pinjaman, Pegadaian juga menawarkan jasa taksiran (appraisal services) kepada orang yang ingin mengetahui keaslian perhiasan emas atau berliannya. Pegadaian juga menawarkan jasa penitipan barang atau surat berharga, barang-barang titipan inipun dijamin asuransi. Selain itu pegadaian juga terkenal dengan jasa menjual koin emas ONH, dan saat ini bahkan pegadaian memiliki toko-toko emas sendiri.



Don't Miss