Showing posts with label Menabung. Show all posts
Showing posts with label Menabung. Show all posts
Tips Agar Bisa Menabung Dengan Mudah!
Posted on Tuesday, 6 January 2015 3 comments
"Tips agar bisa menabung dengan mudah!"
“Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain“ Pepatah yang sudah seringkali Anda dengar, tetapi mendengar suatu nasihat yang baik sama sekali berbeda dengan benar-benar melaksanakannya. Orang seringkali ingin mendapatkan hasil besar tanpa usaha, orang juga seringkali ingin untung besar tetapi tidak mempertimbangkan risikonya. Mengikuti undian berhadiah uang tunai memang memungkinkan Anda untuk mendapatkan tabungan tanpa menabung, masalahnya undian memang bisa kita ikuti tetapai sama sekali tidak bisa kita harapkan.
Banyak orang berpendapat bahwa menabung juga tidak ada gunanya. Dengan bunga tabungan yang kecil belum lagi dikurangi pajak dan biaya administrasi membuat membuat dana kita di tabungan sepertinya tidak pernah berkembang. Ketahuilah bahwa menabung juga tidak harus di bank, Anda bisa menabung di tempat lain misalnya ke reksa dana, emas, properti seperti tanah atau bangunan, dan lain-lain sesuai dengan pilihan Anda.
Intinya disini bahwa bagi Anda tidak harus menjadi orang kaya dulu, atau berprofesi sebagai manager investasi, banker, ahli keuangan, atau broker saham untuk bisa menabung atau berinvestasi. Laksanakanlah cara-cara menabung dan berinvestasi yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Anda selama ini, tingkat pengetahuan tersebut dari waktu ke waktu, mulailah dengan menabung dalam jumlah kecil yang tidak memberatkan Anda, misalnya sebesar minimal 10% dari peghasilan Anda perbulan. Lakukan setoran tabungan secara rutin bulanan, walaupun jumlahnya kecil jika Anda pantau terus perkembangannya dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Ingat! bukan jumlah besar atau kecilnya yang penting, tetapi usaha Anda untuk membangun kebiasaan menabung dalam proses yang membutuhkan kesabaran yang akan menjadi dasar yang kuat dari bangunan finansial Anda. Semakin terbiasa Anda menabung dan berinvestasi maka semakin kuat pula pondasi bangunan finansialnya.
Tips Agar Bisa Menabung Dengan Mudah
Anda mungkin menemukan kesulitan untuk mulai menabung, padahal Anda punya penghasilan yang menurut Anda pun cukup dan Anda bahkan tidak mempunyai hutang dimanapun. Jadi dimana masalahnya? Masalahnya adalah Anda terbiasa menghabiskan seluruh uang Anda setiap bulannya dan Anda tidak sanggup untuk merubah kebiasaan tersebut.
Berikut ini adalah tips-tips menabung dengan mudah, yang dapat membantu Anda untuk menyimpan uang dengan lebih baik.
1. Pay your self first.
Seringkali kesulitan menabung bukan karena tidak adanya uang, tetapi lebih tepatnya karena tidak ada lagi sisa penghasilan yang bisa ditabung. Jadi mengapa harus menunggu ada sisa uang terlebih dahulu, toh selama ini dari penghasilan anda juga jarang ada sisanya. Karena itu rubahlah kebiasaan Anda dan mulailah dengan membayar tabungan Anda terlebih dahulu sebelum anda membayar kebutuhan hidup lainnya. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir lagi apakah diakhir bulan ini Anda masih punya uang atau tidak untuk ditabung
2. Jadikan tabungan sebagai pos pengeluaran
Pada tiap bulannya sebelum Anda lakukan pembayaran untuk pengeluaran apapun maka bayarlah sejumlah tertentu untuk pengeluaran tabungan. Jadi masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda sama dengan membayar cicilan hutang, atau biaya rumah tangga lainnya seperti tagihan listrik, PAM, makanan, transportasi dan lain-lain.
3. Jangan remehkan uang receh
Jangan pernah membayar dengan uang logam. Berbelanjalah hanya dengan uang kertas saja. Jika Anda dapat kembalian uang logam, masukanlah uang logam tersebut ke dalam celengan (celengan ayam atau kaleng). Jangan dibuka sebelum penuh, jika sudah penuh masukkanlah ke dalam rekening Anda di Bank. Besarnya uang logam yang harus masuk celengan dapat Anda tentukan sendiri misalnya uang logam senilai Rp 100,- dan Rp 500,- atau hanya Rp 1000,- saja atau semuanya. Nah, anda juga bisa memulai dengan uang Rp 5.000,- atau Rp 10.000,- inilah uang receh anda. Tiap kali anda memiliki pecahan Rp 5.000,- atau Rp 10.000,- jangan di belanjakan! Langsung masuk ke celengan.
4. Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan anda naik
Setiap kali Anda mendapat uang lebih seperti bonus tahunan, atau THR maka sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga jika gaji Anda naik maka naikkan juga jumlah setoran rutin tabungan anda.
5. Miliki rekening khusus tabungan
Kesulitan orang pada umumnya dalam mengelola keuangan sehari-hari disebabkan karena tidak adanya kejelasan antara pengeluaran untuk keluarga, mana pengeluaran untuk pribadi dan mana pengeluaran untuk investasi. Karena itu sebuah keluarga sebaiknya memiliki satu rekening khusus yang digunakan untuk membiayai pos-pos pengeluaran keluarga terpisah dari rekening pribadi. Sedangkan rekening khusus tabungan sebaiknya juga dibuat terpisah agar akumulasi dana yang terkumpul untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai tidak terpakai untuk pengeluaran lain.
6. Gunakan fasilitas autodebet
Gunakan fasilitas ini (fasilitas transfer atau pemindah bukuan otomatis dari bank) dari rekening gaji Anda agar setiap bulan pada tanggal gajian langsung mentransfer sejumlah dana ke rekening khusus tabungan. Dengan demikian Anda tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk melakukan transfer atau pemindah bukuan.
“Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain“ Pepatah yang sudah seringkali Anda dengar, tetapi mendengar suatu nasihat yang baik sama sekali berbeda dengan benar-benar melaksanakannya. Orang seringkali ingin mendapatkan hasil besar tanpa usaha, orang juga seringkali ingin untung besar tetapi tidak mempertimbangkan risikonya. Mengikuti undian berhadiah uang tunai memang memungkinkan Anda untuk mendapatkan tabungan tanpa menabung, masalahnya undian memang bisa kita ikuti tetapai sama sekali tidak bisa kita harapkan.
Banyak orang berpendapat bahwa menabung juga tidak ada gunanya. Dengan bunga tabungan yang kecil belum lagi dikurangi pajak dan biaya administrasi membuat membuat dana kita di tabungan sepertinya tidak pernah berkembang. Ketahuilah bahwa menabung juga tidak harus di bank, Anda bisa menabung di tempat lain misalnya ke reksa dana, emas, properti seperti tanah atau bangunan, dan lain-lain sesuai dengan pilihan Anda.
Intinya disini bahwa bagi Anda tidak harus menjadi orang kaya dulu, atau berprofesi sebagai manager investasi, banker, ahli keuangan, atau broker saham untuk bisa menabung atau berinvestasi. Laksanakanlah cara-cara menabung dan berinvestasi yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Anda selama ini, tingkat pengetahuan tersebut dari waktu ke waktu, mulailah dengan menabung dalam jumlah kecil yang tidak memberatkan Anda, misalnya sebesar minimal 10% dari peghasilan Anda perbulan. Lakukan setoran tabungan secara rutin bulanan, walaupun jumlahnya kecil jika Anda pantau terus perkembangannya dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun. Ingat! bukan jumlah besar atau kecilnya yang penting, tetapi usaha Anda untuk membangun kebiasaan menabung dalam proses yang membutuhkan kesabaran yang akan menjadi dasar yang kuat dari bangunan finansial Anda. Semakin terbiasa Anda menabung dan berinvestasi maka semakin kuat pula pondasi bangunan finansialnya.
Tips Agar Bisa Menabung Dengan Mudah
Anda mungkin menemukan kesulitan untuk mulai menabung, padahal Anda punya penghasilan yang menurut Anda pun cukup dan Anda bahkan tidak mempunyai hutang dimanapun. Jadi dimana masalahnya? Masalahnya adalah Anda terbiasa menghabiskan seluruh uang Anda setiap bulannya dan Anda tidak sanggup untuk merubah kebiasaan tersebut.
Berikut ini adalah tips-tips menabung dengan mudah, yang dapat membantu Anda untuk menyimpan uang dengan lebih baik.
1. Pay your self first.
Seringkali kesulitan menabung bukan karena tidak adanya uang, tetapi lebih tepatnya karena tidak ada lagi sisa penghasilan yang bisa ditabung. Jadi mengapa harus menunggu ada sisa uang terlebih dahulu, toh selama ini dari penghasilan anda juga jarang ada sisanya. Karena itu rubahlah kebiasaan Anda dan mulailah dengan membayar tabungan Anda terlebih dahulu sebelum anda membayar kebutuhan hidup lainnya. Dengan demikian Anda tidak perlu khawatir lagi apakah diakhir bulan ini Anda masih punya uang atau tidak untuk ditabung
2. Jadikan tabungan sebagai pos pengeluaran
Pada tiap bulannya sebelum Anda lakukan pembayaran untuk pengeluaran apapun maka bayarlah sejumlah tertentu untuk pengeluaran tabungan. Jadi masukkan pos tabungan ke dalam pos pengeluaran rutin tiap bulan. Anggaplah menabung sebagai pengeluaran rutin Anda sama dengan membayar cicilan hutang, atau biaya rumah tangga lainnya seperti tagihan listrik, PAM, makanan, transportasi dan lain-lain.
3. Jangan remehkan uang receh
Jangan pernah membayar dengan uang logam. Berbelanjalah hanya dengan uang kertas saja. Jika Anda dapat kembalian uang logam, masukanlah uang logam tersebut ke dalam celengan (celengan ayam atau kaleng). Jangan dibuka sebelum penuh, jika sudah penuh masukkanlah ke dalam rekening Anda di Bank. Besarnya uang logam yang harus masuk celengan dapat Anda tentukan sendiri misalnya uang logam senilai Rp 100,- dan Rp 500,- atau hanya Rp 1000,- saja atau semuanya. Nah, anda juga bisa memulai dengan uang Rp 5.000,- atau Rp 10.000,- inilah uang receh anda. Tiap kali anda memiliki pecahan Rp 5.000,- atau Rp 10.000,- jangan di belanjakan! Langsung masuk ke celengan.
4. Naikkan setoran tabungan tiap kali penghasilan anda naik
Setiap kali Anda mendapat uang lebih seperti bonus tahunan, atau THR maka sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah tabungan Anda. Begitu juga jika gaji Anda naik maka naikkan juga jumlah setoran rutin tabungan anda.
5. Miliki rekening khusus tabungan
Kesulitan orang pada umumnya dalam mengelola keuangan sehari-hari disebabkan karena tidak adanya kejelasan antara pengeluaran untuk keluarga, mana pengeluaran untuk pribadi dan mana pengeluaran untuk investasi. Karena itu sebuah keluarga sebaiknya memiliki satu rekening khusus yang digunakan untuk membiayai pos-pos pengeluaran keluarga terpisah dari rekening pribadi. Sedangkan rekening khusus tabungan sebaiknya juga dibuat terpisah agar akumulasi dana yang terkumpul untuk tujuan keuangan yang ingin dicapai tidak terpakai untuk pengeluaran lain.
6. Gunakan fasilitas autodebet
Gunakan fasilitas ini (fasilitas transfer atau pemindah bukuan otomatis dari bank) dari rekening gaji Anda agar setiap bulan pada tanggal gajian langsung mentransfer sejumlah dana ke rekening khusus tabungan. Dengan demikian Anda tidak perlu repot-repot datang ke bank atau ATM untuk melakukan transfer atau pemindah bukuan.
Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial
Memahami Arti Menabung Bagi Anak
Posted on Monday, 22 December 2014 No comments
"Memahami arti menabung bagi anak"
Kebanyakan usaha yang dilakukan hampir semua orang tua untuk mengajari anak-anak mereka tentang uang selalu diawali dengan konsep dan arti menabung. Masalahnya kebanyakan anak-anak menganggap bahwa rencana tabungan yang dibuat orang tua mereka sesungguhnya bertujuan menghukum. Tujuan orang tua yang sebenarnya bukan untuk membiasakan kegiatan menabung, melainkan untuk mencegah anak-anak untuk membelanjakan uang. Tanpa disadari mungkin orang tua menyusun rencana untuk menyita kelebihan uang pada anak karena tak suka melihat jumlah yang dikeluarkan anak-anak untuk membeli permen dan mainan, dan juga mungkin karena tak suka melihat betapa mirip keborosan yang dilakukan anak-anak dengan yang orang tua lakukan.
Haruskah Anak-Anak Dituntut Untuk Menabung?
Menabung tidak akan memiliki arti, kecuali jika dilakukan dengan sukarela. Jika orang tua secara otomatis menyita uang anak, entah itu hadiah berupa uang atau uang saku dan memasukannya ke celengan atau ke bank, anak Anda tak akan menganggap bagian yang disitu itu miliknya, terutama jika tujuan Anda adalah menabung untuk membayar sekolah atau pengeluaran lain yang buat anak-anak masih jauh didepan. Jika Anda menawarkan suku bunga yang menarik sebagai keuntungan atas uang mereka, mereka pasti bergairah menabung. Contoh Anda bisa mengajukan penawaran untuk menambah jumlah tabungan mereka dicelengan atau di bank setiap minggu atau setiap bulan jika mereka menabung sejumlah tertentu dari uang sakunya.
Kita sendiri sebagai orang tua tidak menganggap menabung untuk diri kita sebagai bentuk hukuman. Kita yakin menabung akan membuat hidup kita lebih baik dan bahwa hasilnya akan bisa kita nikmati. Jika kita sedikit mengorbankan pengeluaran saat ini, kita yakin pada masa yang bisa diperkirakan, kita akan bisa membeli mobil yang lebih bagus, pindah ke rumah yang lebih besar, mengirim anak-anak kita ke perguruan tinggi favorit, atau pensiun di usia 40 tahun. Dengan kata lain, kita menabung untuk alasan egois. Kita membelanjakan lebih sedikit uang sekarang agar bisa membelanjakan lebih banyak uang pada masa yang akan datang.
Karena itu jika anak-anak hendak dijadikan penghemat, maka mereka memerlukan alasan egois yang masuk akal bagi mereka. Agar arti menabung bisa menarik bagi anak-anak, menabung harus bisa membuat hidup anak-anak lebih baik dan bisa mewujudkan tujuan keuangannya, sama seperti yang Anda rasakan. Manfaat itu juga harus dapat dirasakan pada masa yang bagi anak-anak terasa masuk akal, alih-alih ditekan sejauh mengkin ke masa depan yang tidak ada dalam alam pikiran anak-anak.
Pahami Arti Waktu Untuk Anak-Anak
Kita juga jangan melupakan bahwa bagi anak kecil, “jangka panjang” tidak berarti”jangka panjang” – kata itu berarti “tidak pernah“. Mengajak anak pra sekolah untuk menabung demi sekedar menyimpan uangnya selama mungkin sama dengan mengajak orang dewasa menabung untuk membeli rumah di bulan. Pahamilah bahwa waktu berjalan lebih lambat bagi anak kecil dari pada bagi orang dewasa. Namun, persepsi waktu ini bukan cuma ilusi bagi anak-anak, saat orang tua membicarakan “jangka panjang” yang berhubungan dengan uang mungkin memang maksudnya “tidak pernah”. Orang tua sering kali tanpa sadar memaksa anak-anak mereka menyimpan rapat-rapat uangnya karena para orang tua ngeri membayangkan apa yang dilakukan anak-anak jika mereka bebas membelanjakannya. Tujuan sebenarnya dari hampir semua perintah menabung orang tua yang sebenarnya untuk pengembangan diri, sebaliknya yang dirasakan oleh anak-anak arti menabung itu malah lebih sebagai hukuman. Sebuah celengan atau rekening tabungan hanyalah penjara tempat orang tua menahan uang milik anak-anak mereka agar tak bisa dipakai dan menyebabkan masalah saat orang tua tak mengawasi.
Yang penting harus kita sadari, bahwa seorang anak akan sulit belajar menabung jika kita masih terus memikirkan alasan untuk menahan uang yang dia miliki dengan cara mengambil kebebasan dalam memutuskan penggunaan uangnya. Bukankah cara kita belajar tentang uang sama dengan cara kita belajar tentang hal lain, dengan selangkah demi selangkah membuat makin sedikit kesalahan dan menjalani konsekuensinya ?
Kebanyakan usaha yang dilakukan hampir semua orang tua untuk mengajari anak-anak mereka tentang uang selalu diawali dengan konsep dan arti menabung. Masalahnya kebanyakan anak-anak menganggap bahwa rencana tabungan yang dibuat orang tua mereka sesungguhnya bertujuan menghukum. Tujuan orang tua yang sebenarnya bukan untuk membiasakan kegiatan menabung, melainkan untuk mencegah anak-anak untuk membelanjakan uang. Tanpa disadari mungkin orang tua menyusun rencana untuk menyita kelebihan uang pada anak karena tak suka melihat jumlah yang dikeluarkan anak-anak untuk membeli permen dan mainan, dan juga mungkin karena tak suka melihat betapa mirip keborosan yang dilakukan anak-anak dengan yang orang tua lakukan.
Haruskah Anak-Anak Dituntut Untuk Menabung?
Menabung tidak akan memiliki arti, kecuali jika dilakukan dengan sukarela. Jika orang tua secara otomatis menyita uang anak, entah itu hadiah berupa uang atau uang saku dan memasukannya ke celengan atau ke bank, anak Anda tak akan menganggap bagian yang disitu itu miliknya, terutama jika tujuan Anda adalah menabung untuk membayar sekolah atau pengeluaran lain yang buat anak-anak masih jauh didepan. Jika Anda menawarkan suku bunga yang menarik sebagai keuntungan atas uang mereka, mereka pasti bergairah menabung. Contoh Anda bisa mengajukan penawaran untuk menambah jumlah tabungan mereka dicelengan atau di bank setiap minggu atau setiap bulan jika mereka menabung sejumlah tertentu dari uang sakunya.
Kita sendiri sebagai orang tua tidak menganggap menabung untuk diri kita sebagai bentuk hukuman. Kita yakin menabung akan membuat hidup kita lebih baik dan bahwa hasilnya akan bisa kita nikmati. Jika kita sedikit mengorbankan pengeluaran saat ini, kita yakin pada masa yang bisa diperkirakan, kita akan bisa membeli mobil yang lebih bagus, pindah ke rumah yang lebih besar, mengirim anak-anak kita ke perguruan tinggi favorit, atau pensiun di usia 40 tahun. Dengan kata lain, kita menabung untuk alasan egois. Kita membelanjakan lebih sedikit uang sekarang agar bisa membelanjakan lebih banyak uang pada masa yang akan datang.
Karena itu jika anak-anak hendak dijadikan penghemat, maka mereka memerlukan alasan egois yang masuk akal bagi mereka. Agar arti menabung bisa menarik bagi anak-anak, menabung harus bisa membuat hidup anak-anak lebih baik dan bisa mewujudkan tujuan keuangannya, sama seperti yang Anda rasakan. Manfaat itu juga harus dapat dirasakan pada masa yang bagi anak-anak terasa masuk akal, alih-alih ditekan sejauh mengkin ke masa depan yang tidak ada dalam alam pikiran anak-anak.
Pahami Arti Waktu Untuk Anak-Anak
Kita juga jangan melupakan bahwa bagi anak kecil, “jangka panjang” tidak berarti”jangka panjang” – kata itu berarti “tidak pernah“. Mengajak anak pra sekolah untuk menabung demi sekedar menyimpan uangnya selama mungkin sama dengan mengajak orang dewasa menabung untuk membeli rumah di bulan. Pahamilah bahwa waktu berjalan lebih lambat bagi anak kecil dari pada bagi orang dewasa. Namun, persepsi waktu ini bukan cuma ilusi bagi anak-anak, saat orang tua membicarakan “jangka panjang” yang berhubungan dengan uang mungkin memang maksudnya “tidak pernah”. Orang tua sering kali tanpa sadar memaksa anak-anak mereka menyimpan rapat-rapat uangnya karena para orang tua ngeri membayangkan apa yang dilakukan anak-anak jika mereka bebas membelanjakannya. Tujuan sebenarnya dari hampir semua perintah menabung orang tua yang sebenarnya untuk pengembangan diri, sebaliknya yang dirasakan oleh anak-anak arti menabung itu malah lebih sebagai hukuman. Sebuah celengan atau rekening tabungan hanyalah penjara tempat orang tua menahan uang milik anak-anak mereka agar tak bisa dipakai dan menyebabkan masalah saat orang tua tak mengawasi.
Yang penting harus kita sadari, bahwa seorang anak akan sulit belajar menabung jika kita masih terus memikirkan alasan untuk menahan uang yang dia miliki dengan cara mengambil kebebasan dalam memutuskan penggunaan uangnya. Bukankah cara kita belajar tentang uang sama dengan cara kita belajar tentang hal lain, dengan selangkah demi selangkah membuat makin sedikit kesalahan dan menjalani konsekuensinya ?
Mike Rini Sutikno, CFP
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial
Subscribe to:
Posts (Atom)






