Responsive Ad Slot

Latest

Menabung

Bisnis

Liburan

Featured Articles

Layanan Private Banking yang Bonafid

Posted on Tuesday, 17 February 2015 1 comment

Tuesday, 17 February 2015

"Layanan Private Banking yang Bonafid"

Layanan Private Banking yang Bonafid
Ibaratnya ruang tunggu penumpang pesawat di bandara, ada ruang tunggu biasa dan tersedia juga ruang tunggu VIP. Ruang tunggu biasa, umumya cukup terdiri dari deretan bangku yang berjejeran, itu saja. Ruang tunggu VIP, tentu saja berbeda. Ruangan yang sejuk, sofa-sofa yang empuk, televisi, makanan kecil nan lezat bahkan tersedia cocktail juga minuman anggur untuk pelepas dahaga, tambahan lagi  dilayani oleh para pamusaji yang cekatan. Semua kemewahan dan pelayanan bonafid ini diberikan untuk kenyamanan penggunanya. Walaupun sama-sama ruang tunggu tetapi keduanya berbeda, yang satu self service dan yang satu lagi fully service atau 1st clas service.

Bank pun sudah menerapkan konsep 1st Class Service ini kepada para nasabah utamanya, dengan kata lain nasabah dalam jumlah saldo rekening yang besar. Mereka adalah tipe nasabah yang tidak lagi berharap hanya sekedar bisa menyimpan uangnya di bank, tetapi juga membutuhkan pelayanan prioritas terhadap semua kebutuhan transaksi keuangannya. Terutama kebutuhan terhadap jasa pengelolaan harta kekayaan atau Wealth Management. Pengelolaan kekayaan menjadi isu yang semakin hari penting, sebab banyak orang berpenghasilan besar dan harta kekayaan yang besar, namun belum tahu bagaimana cara mengoptimalkannya. Kesibukan pekerjaan, terbatasnya waktu, minimnya pengetahuan terhadap produk-produk investasi dan sedikitnya pengalaman dalam berinvestasi, merupakan kendalanya akibatnya seringkali kesempatan mengembangkan harta kekayaan terlewati. Jangan kira punya uang banyak itu mudah, jika didiamkan saja kita bisa merugi, apalagi kalau salah mengelolanya. Bisa-bisa tambah rugi! Untuk nasabah dengan kebutuhan khusus ini Bank menyediakan pelayanan yang khusus pula yaitu Private Banking

Private banking adalah layanan jasa perbankan eksklusif yang memberikan berbagai fasilitas khusus untuk kemudahan dan kenyamanan bertransaksi perbankan sekaligus memberikan jasa konsultasi keuangan dan investasi bagi para nasabahnya. Dengan menjadi nasabah Private Banking, maka bukan saja segala urusan transaksi perbankan Anda dapat dilaksanakan lebih leluasa pada waktu, tempat serta kondisi yang semaksimal mungkin disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Lebih dari itu Private Banking juga memberikan jasa perencanaan keuangan juga pengelolaan harta kekayaan secara pribadi.


Apa Bedanya Layanan Private Banking Ini Dibandingkan Layanan Bank Biasa?

Pada layanan bank biasa maka bank yang bersangkutan memberikan fasilitas layanan perbankan yang semua nasabah bisa memakainya, dengan demikian fasilitas ini berlaku masal sehingga seperti layaknya fasilitas umum terkadang Anda harus antri untuk menggunakannya atau menunggu sampai seorang customer service membantu Anda. Pada Private Banking maka para nasabahnya tidak perlu repot –repot antri karena diberikan jalur khusus bebas hambatan untuk melakukan transaksi perbankan, seperti disediakannya teller khusus yang hanya melayani nasabah private banking, ruang tunggu khusus yang eksklusif, tempat parkir khusus, bahkan jika Anda melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar Anda bisa meminta Private Banking mengantarnya ke tempat Anda.

Ditinjau dari sisi produknya maka pada hakikatnya semua produk perbankan seperti tabungan, deposito, giro maupun produk pinjaman yang ada di Private Banking dengan yang ada di rekening biasa adalah sama saja hanya berbeda di pelayanannya dan negosiasinya. Namun disesuaikan dengan saldo rekening nasabah yang besar maka akses kepada produk-produk investasi juga semakin luas. Karena itu Private Banking juga menawarkan produk-produk investasi yang lebih variatif. Investasi orang-orang kaya, lebih tepatnya begitu.

Fasilitas Layanan Apa Saja Yang Diberikan Private Banking?

Sebagai nasabah yang diprioritaskan Anda berhak mendapat berbagai layanan & fasilitas khusus yang istimewa, antara lain :

- Untuk berbagai kebutuhan traksaksi perbankan, jasa perencana keuangan dan pengelolaan harta kekayaan, telah disedikan staf khusus yang biasa dikenal dengan para Personal Officer, Personal Banker atau Financial Advisor sebagai penasehat dan perencana keuangan.

- pembelian travel cek (TC) atau cek perjalanan tanpa biaya komisi.

- mendapatkan special rate untuk tabungan, deposito bahkan suku bunga pinjaman.

- Dapat melakukan transaksi jual beli mata uang asing berbagai negara dengan nilai kurs yang spesial (harga khusus).

- Bebas biaya administrasi untuk transaksi tertentu atau dengan harga khusus.

- Fasilitas pinjaman atau overdraft hingga 90% dari total deposito Anda.

- Mendapat tempat pelayanan eksklusif berupa ruangan pribadi, teller pribadi, tempat parkir pribadi yang dirancang secara lengkap dan mewah untuk kenyamanan Anda.

- Mendapat fasilitas kartu kredit Gold atau Platinum tanpa harus membayar iuran tahunan selama menjadi nasabah private banking.

- Memperoleh kartu ATM dengan maksimal penarikan maksimal Rp 10,000,000/hari, yang dapat digunakan juga sebagai diskon card di tempat-tempat eksklusif di seluruh dunia.


Siapa sajakah yang bisa menjadi nasabahnya?

Siapa saja bisa menjadi nasabah private banking asal memenuhi persyaratannya. Untuk bisa menjadi nasabahnya maka Anda harus membuka rekening dengan saldo minimal yang jumlahnya tertentu. Saldo minimal yang harus ada pada rekening private biasanya berkisar antara Rp 500 jt s/d Rp 2 milyar. Saldo minimal sebesar itu memang hanya bisa dipenuhi oleh segolongan orang saja. Karena itulah private banking memang sebenarnya ditujukan untuk orang–orang yang memiliki dana menganggur yang besar jumlahnya dan ingin agar dana tersebut lebih produktif. Dalam hal ini private banking dapat berperan sebagai pengelola dana tersebut.

Dalam Hal Apa Sajakah Fasilitas Jasa Konsultasi Keuangan Pada Private Banking dapat digunakan?

Jasa konsultasi keuangan yang dimaksud pada private banking adalah jasa perencanaan keuangan pribadi terutama dalam pengelolaan kekayaan dan investasi. Jadi bagi Anda yang memiliki dana menganggur dan ingin agar dana tersebut bertambah dan beranak pinak tanpa mau repot-repot, maka Anda dapat memberikan kuasa kepada private banking untuk bertindak sebagai pengelola investasi atau fund manager Anda. Sebagai fund manager maka Private banking akan menempatkan sejumlah dana yang Anda percayakan untuk ditempatkan ke produk-produk investasi seperti reksadana, saham, obligasi, SBI, asuransi, dan lain-lainnya sehingga menghasilkan keuntungan untuk Anda.

Dalam hal pengelolaan dana nasabah di rekening Private Banking, Private Banking juga bisa diminta berlaku seperti layaknya fund manager pribadi untuk Anda. Caranya adalah, Anda memberikan kuasa kepada fund manager untuk memutar uang Anda pada produk–produk investasi tertentu dan setiap bulannya Anda akan menikmati pembagian keuntungan sekian persen yang dijanjikan atau tergantung negosiasi. Tetapi jika Anda belum mempercayai kemampuan Private Banking untuk menempatkan dana Anda pada produk-produk investasi sesuai dengan instruksi dari Anda.



Lawan Sifat Konsumtif!

Posted on 1 comment
"Lawan Sifat Konsumtif!"

Lawan Sifat Konsumtif!
“Bisakah anda melalui satu hari saja tanpa membeli sesuatu?” Walaupun terdengar aneh, ternyata ada hari peringatan ”Buy Nothing Day” (Hari Tanpa Belanja). Diperingati pada hari Jum’at setelah perayaan “Thanks Giving” di Amerika, biasa disebut “Black Friday”. Ini adalah salah satu dari 10 hari belanja tersibuk sepanjang tahun di Amerika.

Peringatan ini dilansir pertama kali tahun 1992 di Vancouver oleh seniman Ted Dave dan di dukung oleh Adbuster Media Foundation. Tujuannya membahas isu-isu seputar konsumsi yang berlebihan. Pada hari itu orang seharusnya menghabiskan waktu bersama orang yang mereka cintai, bukan cuma menghabiskan uang bersama mereka. Jadi tidak berbelanja selama satu hari akan menggalang kekuatan bersama sebagai protes terhadap ide berbelanja membuat kita bahagia. Hari Tanpa Belanja percaya bahwa konsumtifisme tidak menciptakan kebahagiaan, malah menghancurkannya.

Bahaya Konsumsi Berlebihan

Kelihatannya naif sekali, bahwa segelintir orang sebuah gerakan kecil anti konsumtifisme dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat. Konsumtifisme sendiri bisa berarti suatu kecenderungan atau dorongan untuk mengkonsumsi berbagai hal hanya demi memuaskan keinginan berbelanja saja bukan berdasarkan ada tidaknya kebutuhan. Pada dasarnya apa saja yang dilakukan secara berlebihan itu tidak baik. Termasuk dan terutama konsumtifisme yang efeknya sangat berbahaya, karena :

- Mendorong orang memiliki gaya hidup di luar kemampuan finansial mereka. Menghabiskan limit kartu kredit hanya untuk bersaing dengan “tetangga sebelah” menjadi sesuatu yang biasa. Jenis konsumen dengan tipe pembelanjaan seperti inilah yang menjadi tulang punggung perekonomian kita. Pembelanjaan ini berakar dari sebuah teori bahwa komsumsi barang dan jasa adalah cara terbaik mengindikasikan kemakmuran. Sayangnya teori ini justru menggerus tidak hanya individu yang melakukan pembelanjaaan tetapi perekonomian secara keseluruhan.

- Konsumen tidak lagi dianggap sebagai individu melainkan komoditas yang dikategorikan secara demografik. Akibatnya perasaan, keinginan dan berbagai ciri khas individu pun tererosi digantikan dengan keinginan kelompok dan trend yang berlaku. Contoh, lapar bukanlah memasak tetapi makanan cepat saji, haus bukan minum tetapi minuman dalam kemasan, komunikasi bukan lagi bicara tetapi facebook!

- Konsumtifisme memicu materialisme. Kecenderungan orang untuk mengidentifikasi kualitas dan kepuasan hidup dengan kepemilikan benda-benda bukannya kualitas hubungan interpersonal maupun intrapersonal.

Dilema Masyarakat Modern

Seorang teman berargumen bahwa konsumerisme tidak selalu buruk. ”Coba bayangkan dalam kondisi ekstrem orang tidak berbelanja sama sekali. Perusahaan banyak yang tutup, karyawan di PHK, pertumbuhan ekonomi minus.” Walaupun agak menyederhanakan masalah namun masuk akal juga. Konsumerisme sendiri memang tidak buruk, istilah ini mengacu kepada usaha-usaha (individu, instansi pemerintah, organisasi non pemerintah, organisasi non profit misalnya YLKI) untuk menjadi konsumen yang kritis yang tidak hanya memahami hak-haknya sebagai konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa yang berkualitas sekaligus menyadari bahwa konsumsi yang berlebihan justru menyangkal hak-hak ini. Sebab konsumtifisme menyebabkan anda membayar lebih mahal dari yang seharusnya, mengutamakan gengsi daripada fungsi, membayar kredit padahal bisa tunai. Ini sangat berbeda dengan konsumsi yang wajar. Orang akan terus mengkonsumsi untuk hidup, makanya perekonomian akan terus bergerak. Namun pertumbuhan ekonomi harus berdasarkan kebutuhan dan kemampuan daya beli riil bukan yang artifisial dari pembiayaan untuk menopang hasrat konsumsi yang berlebihan.

Konsumtifisme menjadi sesuatu hal yang amat dilematis bagi kita. Seharusnya kemajuan peradaban, hadirnya barang-barang mewah, juga berbagai inovasi tehnologi menjadikan kita masyarakat yang lebih baik. Entah mengapa pada saat yang sama malah mendorong konsumsi sumber-sumber daya dan barang-barang dalam jumlah sangat besar jauh melebihi kebutuhan dasar kita. Dimanakah kita bisa menarik batas yang jelas antara kebutuhan dan keinginan?. Dari hari ke hari semakin sulit saja mengendalikan pengeluaran. Orang membeli mobil, pakaian, makanan bahkan menyekolahkan anak ke tempat yang sebenarnya tidak sanggup mereka bayar. Bahkan rela bekerja untuk pekerjaan yang mereka benci asalkan dapat memenuhi gaya hidup yang tidak mampu mereka miliki. 

Ironisnya distribusi konsumsi ini tidak merata, sebab di berbagai belahan bumi lainnya masih terlalu banyak orang yang bahkan untuk kebutuhan hidup untuk seperti sembako dan bahan bakar saja harus mengantri. Nah saat keinginan berbelanja memuncak, bolehlah sesekali anda mengingat mereka yang kekurangan ini.

Ambil Kendali

Konsumsi adalah kewajaran, kita semua membutuhkannya. Konsumtifisme-lah yang harus kita hindari. Jadi bukannya menghentikan pembelanjaan sama sekali (ini tidak mungkin!). Namun bagaimana mengendalikan pembelanjaan tersebut dengan berpatokan pada kebutuhan wajar. Ada 3 cara menghindari konsumtivisme yaitu :

1. Prioritas. Strategi penggunaan uang yang beberapa kali di bahas dalam rubrik ini adalah cara terbaik mengambil kendali keuangan anda. Mulai dari yang pertama menabung , membayar cicilan utang (jika ada), pembayaran asuransi sampai prioritas terakhir pengeluaran biaya hidup. Intinya penghasilan kita tidak boleh dihabiskan begitu saja untuk kebutuhan hidup saat ini, apalagi hanya untuk memenuhi hasrat belanja. Paling tidak harus ada yang dialokasikan untuk tujuan keuangan dana pendidikan anak dan persiapan masa pensiun.

2. Pengendalian. Setelah priroritas ditetapkan, carilah peluang agar bisa menghemat pengeluaran yang sudah direncanakan tadi. Misalnya strategi merubah apa yang anda beli. Barang import bermerek diganti dengan barang lokal dengan kualitas yang sama. Selain lebih ekonomis juga meningkatkan kecintaaan terhadap produk negeri sendiri pastinya membantu pengusaha lokal disini. Kemudian strategi mengubah aktifitas rekreasi. Tidak harus ke mal kan?

3. Pembayaran. Mengapa membayar lebih mahal dengan mencicil jika anda bisa membelinya lebih murah dengan tunai? Anda hanya berhutang jika terpaksa untuk membeli rumah dan kendaraan. Di luar itu bayar semua belanjaan anda secara tunai sesuai penghasilan yang tersisa.




Utamakan Wealth Style Dari Pada Life Style

Posted on 2 comments
"Utamakan wealth style dari pada life style"

Utamakan Wealth Style Dari Pada Life Style
Adalah merupakan sebuah naluri alamiah seseorang untuk mengaktualisasikan dirinya, sehingga terlihat lebih menonjol daripada orang lain, karena aktualisasi diri itu kaitannya juga dengan eksistensi pribadi seseorang di lingkungannya. Aktualisasi diri itu ada yang berupa rasa kebanggaan bila memiliki sebuah jabatan tinggi, ada yang senang bila selalu bisa berbagi ilmunya dengan orang lain, ada yang begitu bahagia apabila ia bisa membantu orang lain yang sedang kesusahan, dan ada pula orang yang senang untuk tampil “lebih” daripada orang lain, karena memang pada dasarnya dan kebanyakan manusia akan senang apabila ia terlihat kaya. Ditambah dengan derasnya arus informasi dan lingkungan pergaulan sekitar kita, membuat keinginan untuk selalu terlihat kaya alias mengedepankan life style inilah, yang seringkali membuat kita di kemudian hari menjadi pusing karena uang yang keluar dari kantong kita lebih besar daripada yang masuk.

Sikap mengedepankan life style ini bisa kita indikasikan sebagai pembelian barang–barang yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi kita. sebagai contoh, para karyawan yang baru saja menerima bonus dari tempatnya bekerja seringkali menjadi gelap mata menghabiskan uang yang baru saja diterimanya demi gadget terbaru, padahal gadget lama mereka masih dalam kondisi baik. Yang lebih parah, meskipun tanggal pemberian bonus ataupun saatnya gajian masih jauh, orang bisa saja dengan mudah menggesekkan kartu kreditnya agar bisa memiliki dan memamerkan komputer tablet terbarunya yang canggih kepada teman–temannya, padahal sebenarnya gadget tersebut tidak terlalu diperlukannya untuk menunjang aktivitas kerjanya sehari–hari dan justru lebih banyak digunakan hanya untuk bermain game.

Sebenarnya sah–sah saja apabila seseorang membelanjakan uangnya untuk membeli barang–barang yang mahal, dengan catatan adalah barang–barang tersebut memang sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaannya. Sebagai contoh seorang artis, pembicara publik, ataupun para marketer yang harus sering ketemu dengan klien, memang mau tidak mau harus selalu memberikan kesan baik sehingga memang mereka butuh pakaian yang bagus, walaupun yang bagus itu tidak harus selalu yang ber merk. Para internet marketer ataupun desaigner grafis yang mobile butuh gadget dengan spesifikasi tinggi, sehingga memang mereka perlu peralatan yang canggih untuk menunjang pekerjaannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan apabila barang–barang tersebut memang anda butuhkan, pastikan ketika anda membelinya tidak menyebabkan ‘goyangan’ pada keuangan pribadi anda. Atau bila memang terpaksa anda membelinya secara kredit, maka total semua cicilan yang harus anda bayar tidak lebih dari 30 % dari pemasukan anda tiap bulannya. Hal ini perlu kita perhatikan agar ditengah keterbatasan penghasilan yang ada, uang hasil jerih payah kita bekerja tiap bulannya tidak hanya lewat begitu saja di rekening kita, tapi bisa kita nikmati juga untuk hal–hal lainnya di masa mendatang. Belum tentu pula orang yang berpenghasilan besar maka dia tetap bisa menikmati uang lebih dari penghasilannya, karena bisa jadi penghasilannya sebagian besar tersedot untuk membayar cicilan-cicilan hutangnya bila ia tidak mengatur dengan baik keuangannya.

Untuk itu, alih–alih mengedepankan life style, maka lebih baik kita mengembangkan wealth style kita. Secara sederhana pengertian wealth style adalah mengoptimalkan active maupun pasive income kita untuk dapat digunakan pada masa mendatang. Cukup merepotkan memang, karena life style adalah kita nikmati saat ini, sementara wealth style kita nikmati di kemudian hari. Caranya adalah ketika menerima penghasilan, pastikan penghasilan tersebut sudah disisihkan paling tidak 10 % untuk diinvestasikan. Jangan memotong uang untuk diinvestasikan itu belakangan, karena kalau mengandalkan sisanya maka seringkali diakhir bulan penghasilan yang ada sudah tidak bersisa lagi. 

Dengan dana yang tidak terlalu besar, ada instrumen investasi yang bisa dipilihkarena dijual secara ritel dengan harga cukup relatif terjangkau seperti reksadana ataupun emas dalam bobot kecil, yang imbal hasilnya masih lebih bagus daripada produk tabungan bila diinvestasikan dalam jangka panjang. Andapun bisa memberi nilai tambah pada aset yang sudah ada miliki agar memberikan arus kas masuk juga. Contohnya bila memiliki mobil yang sering nganggur dirumah karena anda lebih senang ke kantor menggunakan motor, maka tidak ada salahnya mobil tersebut anda sewakan ke orang-orang, sehingga bisa mengurangi biaya cicilan yang anda bayarkan tiap bulannya. Daripada membuat kolam renang ataupun fitness center pribadi di rumah anda, kenapa tidak dana yang ada digunakan untuk memodifikasi rumah anda menjadi tempat kos yang bisa disewakan. Begitu pula dengan pendidikan, merupakan salah satu bentuk investasi yang paling baik. Walaupun bukan jaminan, orang dengan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik maka akan mendapatkan kesempatan kerja dan kedudukan yang lebih baik, serta pada akhirnya akan mendapat penghasilan yang lebih baik pula daripada yang pendidikannya rata–rata. Jadi semisal anda mendapatkan rejeki uang 50 juta, maka silahkan pilih apakah hendak digunakan untuk mengganti motor bebek yang selama ini digunakan ke kantor menjadi sebuah motor sport, ataukah untuk kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi agar mendapatkan posisi kerja yang lebih baik lagi.

Selamat mengelola keuangan anda!



(Tanya Jawab) Menyiapkan Dana Untuk Liburan

Posted on Wednesday, 11 February 2015 2 comments

Wednesday, 11 February 2015

"Menyiapkan dana untuk liburan"

Menyiapkan Dana Untuk Liburan


1.    Apa yang di maksud liburan menurut Anda, Jelaskan?
2.    Kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan dana, dan dari mana uangnya? Jelaskan?
3.    Bagaimana hitung-hitungan agar tepat dengan uang atau anggaran yang akan dipakai? Jelaskan?
4.    Berapa persen dana yang harus di alokasikan dari tabungan untuk liburan? Jelaskan?
5.    Bagaimana tips menarik menurut Anda, dengan uang pas-pasan agar bisa menikmati liburan?

Jawab :

1. Menurut saya yang dimaksud liburan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan kepenatan akibat rutinitas harian yang kita jalani. Kegiatan ini pastinya berbeda dari apa yang kita lakukan sehari – hari. Kebanyakan orang senang mengisi liburannya dengan mengunjungi kota/ negara lain atau berjalan-jalan ke tempat wisata di kotanya sendiri. Namun hanya cuti dan sekedar mengerjakan hobi dan beristirahat di rumah saja menurut saya sudah bisa disebut dengan berlibur. Yang penting adalah dari aktivitas liburan tersebut seseorang sudah bisa terisi lagi energinya untuk kemudian menjalani aktivitas rutinnya sehari–hari dengan bersemangat. 

2. Waktu yang tepat untuk kita mulai mempersiapkan dana liburan adalah dari sekarang. Karena terkadang kita sendiri suka bisa mendadak untuk memutuskan ‘saya perlu berlibur nih’. Namun akan lebih baik apabila jadwal liburan dirancang jauh-jauh hari agar dana yang kita kumpulkan bisa lebih ringan mencicilnya. Selain itu semisal liburan kita butuh transportasi pesawat, maka tiket pesawat juga akan lebih murah bila dipesan dari jauh hari.

3. Yang pertama tentukan dulu kita hendak liburan kemana, baru dari situ kita bisa hitung berapa biaya yang diperlukan. Biaya apa saja yang musti dihitung untuk berlibur adalah biaya transportasi, tiket masuk lokasi dan perijinan bila ada, makan dan snack, penginapan, oleh-oleh dan belanja, serta alokasikan dana darurat. Setelah didapatkan kisaran angka yang diperlukan ditambah alokasi lamanya waktu menabung yang ada, maka kita bisa mulai memperhitungkan dari sekarang kita musti menabung berapa banyak.

4. Idealnya dana untuk bersenang-senang dianggarkan 10% dari pemasukan kita tiap bulannya. Semakin besar uang yang dibutuhkan untuk berlibur, berarti untuk menabungnya kita harus memulainya dari jauh hari. Atau bila waktunya mepet berarti jumlah yang kita tabung harus semakin besar.

5. Ini beberapa tips agar bisa menikmati liburan :

• Menurut saya tips yang paling efektif agar kita bisa menikmati dengan nyaman liburan kita kaitannya dengan dana yang cekak, ya liburannya harus disesuaikan dengan budget yang ada. Bila ingin liburan ke Paris misalnya, ya berarti harus jauh-jauh hari menyisihkan dana sesuai biaya yang dibutuhkan. Namun bila waktunya liburan sudah tiba tapi dana yang terkumpul belum mencukupi, alihkan objek liburan kita ke tempat lain yang lebih terjangkau bagi kantong kita, semisal ke Parang Tritis di Jogja. Sama-sama ‘PaRis’nya kan? hehehe. Jangan karena sebegitu ngebetnya kita ingin liburan di tempat impian, kita memaksakan diri untuk pergi ke tempat tersebut meski dananya belum mencukupi. Jangan sampai kita bisa tiba di lokasi liburan yang diimpikan tapi terus tidak bisa kembali ke rumah karena sudah kehabisan biaya. Atau sepulang liburan tiap hari harus berpuasa karena jatah uang makan siang sudah habis dipakai berlibur.

• Bila memungkinkan atur liburan anda agar tidak bertepatan dengan ‘peak season’ alias musim liburan. Karena pada saat peak season otomatis harga-harga seperti transportasi dan akomodasi akan lebih mahal.

• Bila dana memang cekak, jangan malu dan gengsi untuk melakukan penghematan di pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi. Belanja dan wisata kuliner biasanya menjadi pos yang sulit dikontrol karena bisa jadi barang-barang yang ditawarkan hanya bisa dijumpai di tempat yang kita kunjungi tersebut, sehingga tidak ada salahnya diberi porsi lebih besar di anggaran pengeluaran. Bila ingin membeli oleh-oleh, dari rumah buat dulu list orang-orang yang akan dibelikan oleh-oleh. Bila aktivitas di tempat liburan lebih banyak dilakukan di luar ruang ataupun diluar penginapan, pilihlah budget hotel ataupun menggunakan kamar hotel untuk beramai-ramai. Bila makanan/ jajanan/ snack di tempat wisata tersebut sama saja dengan di tempat asal kita, lebih baik bawa makanan/ snack dari rumah, karena biasanya makanan/ snack di tempat wisata dijual dengan harga lebih tinggi daripada pasaran. Daripada berkali – kali beli batere untuk kamera, lebih baik gunakan batere isi ulang yang bisa di charge lagi.

Selamat berlibur



(Tanya Jawab) Mengatur Keuangan Mahasiswa

Posted on 2 comments
"Mengatur Keuangan Mahasiswa"

Mengatur Keuangan Mahasiswa


Selamat malam pak/ibu, saya Yuni dari Medan seorang mahasiswi. Saya ingin bertanya bagaimana agar dapat meminimalisasi biaya-biaya hidup setiap hari agar tidak terjadi penyimpangan.

Terima kasih.

Yuni Silalahi,
Medan.

Jawab :

Dear mbak Yuni,

Senang mengetahui anda yang masih berstatus mahasiswi tapi sudah mulai perhatian pada pengelolaan keuangan pribadi anda. Membaca pertanyaan anda, yang saya tangkap sebenarnya anda lebih ingin bisa mengatur keuangan anda dibandingkan dengan meminimalkan pengelurannya. Karena seringkali berlaku disiplin dan mengatur pengeluaran itu lebih susah daripada meminimalkannya.

Sebagai langkah awal, mbak Yuni coba petakan dahulu, berapa sih uang yang anda miliki tiap bulannya. Lalu jabarkan juga kebutuhan rutin anda tiap bulannya apa saja. Mungkin anda bisa membuat skema sederhana, dari uang yang anda miliki tiap bulannya, gunakan 50% nya untuk kebutuhan kuliah anda semisal untuk fotokopi, membeli buku literatur, ongkos transportasi kekampus, makan anda sehari-hari, serta untuk biaya komunikasi. Kemudian anggarkan 10% untuk ditabung. Tabungan tersebut lebih dikhususkan sebagai cadangan dana anda untuk membayar SPP misalnya. Atau bila SPP sudah ditanggung oleh orangtua anda, maka tabungan tersebut bisa anda gunakan sebagai modal memasuki dunia kerja ataupun untuk menikah kelak.

Anggarkan 10% dari uang anda sebagai dana darurat. Dana darurat ini digunakan untuk keadaan darurat yang mungkin anda hadapi sewaktu-waktu, semisal motor yang gunakan untuk ke kampus tiba-tiba rusak sehingga perlu ada spare part yang diganti, ataupun misal tiba-tiba anda sakit dan harus berobat ke dokter. Jangan lupa sisihkan 10% untuk disedekahkan kepada orang-orang yang kurang beruntung nasibnya. 10% berikutnya bisa anda alokasikan untuk diinvestasikan. Jangan meremehkan jumlahnya yang mungkin tidak banyak, karena pada hakikatnya investasi itu akan sangat baik bila dilakukan sejak jauh hari. Dan contoh bentuk investasi yang memungkinkan untuk anda memilikinya dengan modal minim adalah seperti reksadana maupun mencicil pembelian logam mulia. Dan 10% yang terakhir dari uang anda, bisa digunakan untuk bersenang-senang memenuhi kebutuhan anda, semisal untuk membeli pakaian baru untuk kuliah ataupun jalan-jalan bersama teman.

Angka-angka tersebut memang perhitungan idealnya. Besaran prosentasenya bisa berubah mengikuti situasi yang terjadi. Merencanakannya memang relatif mudah, namun mengaplikasikannya kedalam kehidupan sehari-hari akan relatif lebih susah. Untuk itu kuncinya adalah kedisiplinan diri kita. Coba bedakan dengan jelas mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Bila membeli gadget baru menurut kita merupakan kebutuhan, coba tanyakan pada diri sendiri, seberapa penting dan perlunya gadget baru itu untuk kita?. Apakah gadget kita saat ini sudah sedemikian tidak mendukungnya untuk aktivitas kita, dan apakah sudah sedemikian butuhnya kah kita dengan berbagai fitur yang ada di gadget yang kita inginkan?. Bila ternyata jawabannya adalah gadget kita saat ini masih berfungsi dengan baik dan kita hanya ingin tampil lebih trendi saja, maka membeli gadget dapat dikategorikan hanya sebatas keinginan, dan sebaiknya ditunda dulu pemenuhannya. Jangan sampai gara-gara membeli gadget baru yang mahal, maka kebutuhan kuliah kita seperti membeli buku ataupun fotokopi jadi terkalahkan.

Selamat mengatur keuangan anda.

Salam,



(Tanya Jawab) Solusi Kredit Macet Di BPR

Posted on 1 comment
"Solusi kredit macet di BPR"

Solusi Kredit Macet Di BPR

Halo pak Andy,

Aku koyum, aku mengalami kredit di BPR BKK Jawa Tengah dan sekarang aku macet 3 bulan dan sisa kredit aku Rp 18.955.000 dan usaha saya lagi mengalami kesulitan. Aku sudah minta perlindungan ke sebuah lembaga perlindungan konsumen (LPK), apakah aku salah minta perlindungan? tolong dijawab karena untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan dan tolong kasih solusinya?

Terima kasih

Jawab :

Salam pak Koyum,

Turut prihatin atas masalah yang bapak hadapi saat ini. Ketika kita mengambil berhutang ataupun mengambil kredit kepada pihak lain, tentu memang sudah menjadi kewajiban kita untuk melunasinya. Untuk kasus yang bapak hadapi saat ini, saran saya adalah coba bapak temui pihak BPR tersebut dan bernegosiasi dengan mereka tentang cara pelunasan kredit yang bapak ambil. Maksudnya bukanlah kita hendak meminta pemutihan hutang, kita sebagai nasabah berusaha untuk beritikad baik melunasi hutang kita, namun dengan keadaan yang dialami saat ini, kita coba untuk meminta keringanan dalam cara pembayaran hutang. Bisa itu dalam bentuk jangka waktu cicilan yang semakin diperpanjang, sehingga jumlah cicilan perbulannya menurun walaupun kalau diakumulasi memang pasti akan jadi lebih besar jumlahnya.

Cara ini bisa berhasil ataupun tidak, tergantung dari kebijakan pihak pemberi kredit itu sendiri. Bisa juga bila memang sudah tidak diketemukan titik temu maka BPR akan melalukan tindakan seperti klausul yang tercantum pada perjanjian awal pemberian kredit. Karena yang menjadi kekhawatiran bila kita terus menunggak membayar cicilan tanpa ada konfirmasi apapun, maka track record finansial kita akan menjadi buruk sehingga bila dikemudian hari hendak mengambil pinjaman lagi akan mengalami kesulitan.

Salam,




(Tanya Jawab) Ijin Renovasi Bangunan

Posted on 1 comment
"Ijin Renovasi Bangunan"

Ijin Renovasi Bangunan

Apa kabar mbak Mike,

Bolehkah jika saya ingin menanyakan sesuatu? Kami tinggal di sebuah warisan yang sudah cukup tua, tapi lokasinya cukup strategis, sehingga berpikir ingin melakuakn renovasi. Menurut informasi yang saya dengar dari anak saya,katanya untuk merenovasi sebuah rumah kita memerlukan ijin khusus, namanya IMB. Apalagi saya ingin “ menyulap “ rumah tersebut menjadi semacam ruko agar kami bisa memanfaatkan rumah tersebut sebagai sarana usaha. Apakah informasi tersebut benar atau tidak? Jika memang benar darimana kami bisa mendapatkannya? Oh iya, rumah tersebut dibangun diatas bangunannya saja. Sebelumnya, terima kasih atas sarannya.

Soemanto,
Surakarta.

Jawab :

Halo pak Soemanto, kabar saya baik sekali. Terima kasih. Mudah-mudahan bapak sekeluarga juga sehat wal’afiat.

Dalam merencanakan pengembangan rumah Anda dapat memutuskan apakah membangun, merenovasi atau hanya mengubah penampilan eksterior/interior saja. Nah pada saat ini yang Anda inginkan adalah menyulap bangunan lama yang tadinya diperuntukkan untuk tempat tinggal menjadi bangunan ruko. Jika renovasinya akan nyaris merubah keseluruhan bangunan atau merubah perutukannya. Misalnya bangunan untuk peruntukan hunian rumah tinggal menjadi hunian usaha seperti ruko, rukan, toko. Untuk itu Anda membutuhkan ijin untuk melakukan perombakan bangunan tersebut.yaitu dengan adanya IMB, atau Ijin Mendirikan Bangunan. IMB untuk renovasi ini bisa didapat jika renovasi rumah yang dilakukan dinilai masih selaras dengan peruntukan lingkungan sekitarnya. Sebab kalau setiap orang semaunya sendiri dalam merombak rumahnya, akibatnya bisa mengganggu lingkungan. Di dalam IMB yang baru nanti akan tercantum kriteria dari perombakan bangunan tersebut.


Kita bisa mengurus sendiri IMB atau PIMB yaitu Permohonan Izin Mendirikan Bangunan untuk bangunan rumah tinggal diajukan kepada Suku Dinas Pengawasan Pembangunan Kota di wilayah kota tempat bangunan tersebut didirikan dengan persyaratan sebagai berikut, atau melalui biro jasa pengurusan IMB. Adapun prosedurnya secara umum adalah sebagai berikut :

- Mengisi formulir yg telah disediakan oleh Suku Dinas Pembangunan Kota.

- Data lapangan dan bangunan yang direncanakan, diisi oleh perencana.

- Melampirkan surat-surat yang menyatakan hak atas tanah pada lokasi yang akan dibangun seperti sertifikat tanah, gambar rencana arsitektur bangunan, gambar rencana konstruksi bangunan dan perhitungannya, surat izin bekerja perencana, dll.

Adapun IMB berfungsi supaya pemerintah daerah dapat mengontrol dalam rangka pendataan fisik kota sebagai dasar yang sangat penting bagi perencanaan, pengawasan dan penertiban pembangunan kota yang terarah dan sangat bermanfaat pula bagi pemilik bangunan karena memberikan kepastian hukum atas berdirinya bangunan yang bersangkutan dan akan memudahkan bagi pemilik bangunan untuk suatu keperluan, antara lain dalam hal pemindahan hak bangunan yang dimaksud sehingga jika tidak terdapat adanya IMB maka akan dikenakan tindakan penertiban sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk membangun dan merenovasi rumah yang paling diperhatikan adalah merancang jadwal pelaksanaan pekerjaan sebab jangan sampai pembangunan yang Anda rencanakan tersebut berhenti di tengah jalan, atau jangan membangun pada saat Anda akan mudik pulang kampung atau bepergian dalam waktu lama sehigga mengakibatkan membengkaknya biaya, situasi kurang nyaman dan akibat-akibat yang lain yang tidak Anda duga sebelumnya. Apabila renovasi yang Anda rencanakan adalah untuk menaikkan jumlah lantai maka harus dipertimbangkan faktor cuaca sebab harus membuka kap atap sehingga otomatis dapat Anda bayangkan mengganggu kegiatan rumah sehari-hari. Namun kalau sekedar mengubah penampilan eksterior/interior dapat dilaksanakn kapan saja, karena sifta pekerjaan pengubahan penampilan ini tidak terlalu menggangu kegiatan rumah sehari-hari.

Ketika Anda memutuskan  untuk merenovasi rumah, disamping menetapkan prioritas renovasi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan sebaiknya sudah dipastikan seberapa besarnya budget Anda, sehingga anda akan mudah memperkirakan kebutuhan renovasi sesuai prioritas dan besarnya anggaran biaya untuk pelaksanaan. Berikut ini adalah langkah-langakah dalam menyusun budget renovasi rumah Anda :

- Menghitung kemampuan financial apakah sudah mencukupi atau masih kurang apabila kurang Anda dapat mencukupinya dari meminjam dari bank atau dari meminjam dari pihak lain. Sehingga dalam penetapan prioritas ini anda dapat berhitung apakah akan merenovasi kecil-kecilan atau merenovasi secara bertahap.

- Menetapkan tambahan rumah untuk mensupport kebutuhan rumah sehari-hari misalnya dalam hal ini anda menentukan bentuk ruko yang ingin digabungan dengan rumah, atau misalnya anda ingin menambahkan dapur, kamar mandi, ruang cuci, teras , garasi, kamar tambahan. Semuanya harus lengkap dengan ukurannya.

- Menentukan bahan dan material yang diperlukan (lantai keramik, kayu kamper, genting/asbes, bahan cat, dll). Apakah bahan material tersebut berstandar istimewa sedang atau biasa.

- Menentukan tenaga pelaksana pekerjaan (tukang). Untuk pelaksana pekerjaan ini ada menentukan sistem pengupahan. Dalam pengupahan yang berkaitan dengan cara kerja Anda akan menemui 2 sistem pengupahan yaitu sistem borongan dan sistem harian. Sistem tenaga kerja borongan adalah cara pengupahan dengan pembayaran sekaligus bahan dan tenaga. Sedangkan sistem kerja harian adalah sistem pengupahan dimana upah harian dan bahan diadakan sendiri oleh pemberi tugas atau anda.

Karena hasil renovasi tidak hanya kana digunakan untuk kegiatan usaha saja, namun juga untuk rumah tinggal. Artinya selain anda pertimbangkan juga ada anggota keluarag lain turut berperan utnuk menentukan pengembanagn rumah ini, misalnya anak & istri. Karena itu rencana renovasi sedapat munking juga bisa mengakomodasi keinginan semua penghuni rumah, dengan menghadirkan ruangan-ruangan yang fungsional sekaligus nyaman. 

Selamat merenovasi rumah.

Salam,



(Tanya Jawab) Memilih Investasi Yang Tepat

Posted on Tuesday, 10 February 2015 2 comments

Tuesday, 10 February 2015

"Memilih investasi yang tepat"

Memilih Investasi Yang Tepat

Salam pak,

Saya seorang pegawai dan belum menikah. Saat ini saya menyisihkan pendapatan melalui tabungan dan asuransi kesehatan. Adakah investasi lain yang bisa saya ikuti dengan Gaji Sebesar Rp3.000.000/bulan? bagaimana dengan investasi online? apakah bisa terpercaya? mohon bantuan bapak.

Terima Kasih.

Lambok.

Jawab :

Salam kenal juga pak Lambok, senang mengetahui anda sudah mulai mempersiapkan kemapanan finansial anda sejak dini.

Ketika kita ingin menabung ataupun berinvestasi, maka jumlah ideal yang kita sisihkan dari pendapatan reguler kita adalah minimal sebesar 10 %. Kalau bisa lebih besar pasti akan lebih bagus, sepanjang masih memungkinkan. Selain itu kita juga musti berhitung berapa lama kita hendak berinvestasi. Apakah jangka pendek yang kurang dari satu tahun, jangka menengah yaitu tiga sampai lima tahun, ataukah untuk jangka panjang yaitu lebih dari lima tahu.

Dari asumsi angka yang didapat dari pendapatan bapak, ada beberapa instrumen investasi yang bisa bapak masuki. Yang pertama adalah logam mulia atau biasa dikenal dengan emas batangan. Walaupun pertumbuhannya nilainya mungkin tidak terlalu kencang, namun terbukti nilainya selalu bertumbuh dan tetap diatas kenaikan nilai inflasi. Bila terhambat dengan dana yang terbatas, kita bisa membelinya dalam jumlah yang kecil dulu semisal per 1 gram.

Alternatif berinvestasi secara ritel berikutnya adalah melalui reksadana. Ada empat pilihan reksadana yang bisa bapak pilih yaitu reksada saham, reksadana campuran, reksadana pasar uang, dan reksadana pendapatan tetap. Saat ini ada institusi bank yang menjual reksadana secara ritel, sehingga nasabah bisa membelinya di mulai harga Rp. 100,000 saja. Tipikal dari reksadana ini terutama reksadana saham dan campuran, hasil investasi yang diberikan bisa jauh lebih tinggi dari nilai inflasi, namun juga memiliki resiko tersendiri, sehingga sebaiknya bapak mempelajari dengan cermat penjelasan produknya sebelum memutuskan berinvestasi.

Kedua instrumen tadi yaitu logam mulia dan reksadana ini keunggulannya adalah dapat dibeli secara ritel, sehingga untuk mensiasati dana yang terbatas kita bisa tetap berinvestasi dengan cara membeli dengan jumlah kecil secara periodik tiap bulannya. Selain itu kedua produk ini juga relatif mudah untuk diuangkan, sehingga memudahkan apabila sewaktu-waktu kita membutuhkan uang.

Untuk pertanyaan bapak tentang investasi online, mohon maaf saya kurang paham apa yang bapak maksud dengan investasi online tersebut. Silahkan bapak uraikan dengan lebih jelas ataupun menyebutkan produknya secara spesifik, sehingga saya bisa memberikan jawaban yang lebih tepat untuk itu.

Selamat berinvestasi,

Salam,



(Tanya Jawab) Menagih Kredit Macet Pada Customer Dalam Usaha Industri Sepatu

Posted on 1 comment
"Menagih Kredit Macet Pada Customer Dalam Usaha Industri Sepatu"

Menagih Kredit Macet Customer Pada Usaha Industri Sepatu

Salam hormat, saya aji dari lampung.

Saat ini saya ada usaha industri sepatu sport skala menengah, sudah hampir 10 tahun untuk meningkatkan volume penjualan saya terapkan sistem kredit ke distributor atau pembeli grosir. Namun kebanyakan yang purchase order adalah customer lama, namun banyak customer lama itu banyak yang nunggak kreditnya. Bahkan sampai 2 tahun. Bagaimana mengurangi customer yang macet itu? karena membuat laporan buruk keuangan akhir tahun. Apakah perlu ada analisa customer dulu atau bagaimana?
Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam.

Zamzani Tirta Aji,
Lampung.

Jawab :

Dear pak Aji,

Dalam dunia marketing, yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan income tentu saja dengan meningkatkan penjualan. Penjualan ini bisa kita lakukan dengan terus bekerja sama dengan customer lama agar mereka melakukan re-order, atau dengan terus menambah customer baru.

Keuntungan bekerja sama dengan customer lama adalah sedikit banyak anda sudah mengetahui karakter mereka, sehingga akan lebih mudah dalam melakukan pendekatan. Agar customer lama semakin loyal pada anda dan tidak macet pembayarannya, coba berikan beberapa gimmick ataupun fasilitas khusus kepada mereka. Semisal bila pembayarannya bisa segera lunas dalam kurun waktu yang ditentukan, maka anda akan memberikan harga special bagi mereka. Atau bagi distributor yang penjualan serta pembayarannya tepat waktu dan melewati limit tertentu, akan mendapatkan bonus special dari anda. Fasilitas–fasilitas ini hanya anda berikan kepada customer yang sudah melakukan re-order minimal tiga kali.

Dan karena dalam berbisnis pasti ada saja terjadi kredit macet seperti yang anda alami, sementara modal kita harus terus berputar, maka dari situlah maka anda harus terus mencari customer–customer baru, sehingga modal anda tidak macet hanya di customer–customer lama. Untuk mendapatkan customer baru, cobalah mencari rekanan yang bersedia menjualkan produk anda. Atau agar produk anda bisa semakin dikenal masyarakat, tidak ada salahnya untuk mensponsori event–event yang diadakan di masyarakat sesuai dengan target market anda. Semisal event kompetisi futsal atau volley antar kampung, gerak jalan massal atau event apapun.

Tentu saja kita harus melakukan analisa singkat kemampuan membayar customer kita. Tujuannya agar barang yang sudah kita berikan kepada mereka bisa kembali dalam bentuk uang dan dalam waktu yang sudah disepakati. Meskipun kita membutuhkan distributor untuk memasarkan produk kita, terkadang kita juga harus bersikap tegas pada para distributor tersebut. Buatlah perjanjian waktu pelunasan barang yang mereka ambil. Bila ternyata mereka menciderai janji tersebut, maka anda bisa mengambil sikap untuk tidak menggunakan mereka lagi sebagai distributor anda agar kerugian yang anda alami tidak berlarut-larut.

Semoga membantu.

Salam,



(Tanya Jawab) Tips Membangun Bisnis Konsultan IT Bersama Pasangan

Posted on 4 comments
"Tips Membangun Bisnis konsultan IT bersama pasangan"

Tips Membangun Bisnis Konsultan IT Bersama Pasangan

Tanya :

Saya dan istri berencana mengambil pensiun dini dan mulai membangun perusahaan sendiri di bidang konsultan IT. Saya sangat berharap dengan cara begini kami dapat meluangkan lebih banyak waktu untuk anak-anak kami (usia 4 dan 6 tahun), Apa saja yang harus kami lakukan agar bisnis kami bisa berhasil?

Jawab :

Sejalan dengan irama kehidupan yang semakin dinamis, yang membutuhkan kemandirian finansial setiap orang. Maka isu mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjalankan usaha keluarga menjadi kebutuhan yang semakin diminati orang. Usaha keluarga tidak berarti usaha yang didapat dari warisan turun temurun. Membangun usaha bersama pasangan juga bisa menjadi salah satu cara membangun usaha kelauarga. Selain itu berbisnis bersama pasangan bisa menjadi salah satu cara praktis dan efisien dalam menjalankan urusan rumah tangga dengan urusan bisnis dibawah satu atap. Namun memerlukan perencanaan yang matang, landasan kepercayaan yang tinggi satu sama lain dan komunikasi yang konstruktif untuk membuatnya berhasil. Jika kemitraan Anda berubah menjadi perlombaan kekuatan, baik bisnis dan perkawinan itu sendiri berada dalam bahaya. Sebaliknya, jika masing-masing cuma saling mengandalkan satu sama lain maka bisnisnya bisa menjadi kegiatan buang-buang duit saja.

Jalankan saja 5 langkah tepat berbisnis bersama pasangan berikut ini. Mudah-mudahan bisa membantu Anda dan pasangan membangun usaha dengan cara yang menyenangkan dan tentu saja menguntungkan..ehm sampai maut memisahkan kita :

1. Bagi tugas dan tanggung jawab pekerjaan secara terbuka dan adil
Meskipun Anda berdua mempunyai keahlian dalam menjalanakan tugas perusahaan dana dalam hal melayani pelanggan, namun sangatlah penting membuat peraturan dan membagi tanggung jawab sehingga tidak saling melangkahi wewenangnya. Banyak pasangan yang berbisnis bersama menetapkan sistem “ front office “dan “ back office”. Jadi, salah satu pasangan mengurusi urusan penjualan dan berhubungan dengan para pelanggan. Yang lain bertanggung jawab mengurus masalah dapurnya seperti operasional harian dan keuangan. Namun, keputusan besar seperti memperkerjakan karyawan baru atau menanamkan modal lebih banyak untuk perluasan usaha sebaiknya dipuuskan atas kesepakatan berdua. Inilah cara yang cukup baik untuk berbagi kekuasaan dan meminimalkan pertengkaran.

2. Bangunlah cara yang efektif dalam mengatasi perbedaan dan memecahkan masalah
Komunikasi yang baik sangat penting dalam kehidupan perkawinan, dan hal itu berlaku juga pada bisnis. Jika masalah sepele seperti membeli komputer saja tidak bisa berkompromi, selanjutnya akan lebih sulit lagi memecahkan begitu banyak masalah yang lebih besar lagi sejalan dengan berkembangnya usaha. Supaya terjalin komunikasi yang baik itulah perlu diadakan rapat mingguan, misalnya pada hari Senin pagi. Tujuannya untuk mereview perkembangan usaha pada minggu sebelumnya agar rencana bisnis yang ditetapkan tetap berjalan selanjutnya. Jika terjadi masalah dalam suatu minggu tersebut, bisa diselesaikan saat itu, atau menunggu sampai rapat berikutnya. Apapun pendekatan yang dipakai bisa saja dijalankan yang penting terjalin komunikasi dan masing-masing menyetujui keputusan bersama.

3. Tetapkan tugas pengasuhan anak
Tidak selalu bekerja di rumah dapat dilakukan sambil mengasuh anak, malah sebaliknya. Jika anak-anak berlari-lari keliling ruang kerja Anda minta perhatian, akan sulit menyelesaikan pekerjaan bukan? Anda bisa membagi tugas pengasuhan anak ini secara bergantian, sehingga masing-masing bisa fokus bekerja pada gilirannya. Cara lain adalah dengan tetap mempekerjakan pengasuh anak secara penuh atau paruh waktu, atau mendaftarkan anak Anda ke tempat penitipan anak. Sehingga tetap bekerja seperti biasa, kemudian jam istirahat digunakan untuk bermain dengan anak, membantu mengerjakan PR-nya atau menjemput sekolah.

4. Pastikan memiliki  ruang kerja dan sistem administrasi yang terorganisir
Ada orang yang tidak keberatan dengan ruangan kerja yang penuh orang dan sedikit berantakan. Sebagian orang lainnya lebih membutuhkan privasi dengan ruangan yang rapi agar bisa konsentrasi. Jadi tidak selalu Anda berdua bersama-sama terus, bahkan ketika sedang bekerja sekalipun. Jika berbisnis bersama pasangan akan diawali dari rumah, kemungkinan tidak ada cukup tempat untuk mempunyai ruangan sendiri-sendiri. Namun paling tidak buatlah sistem administrasi yang teroganisisr agar segala sesuatu berada pada tempatnya.

5. Tentukan tujuan bersama dalam berbisnis
Memang tidak mudah memprediksikan bagaimana suatu usaha akan berjalan dimasa depan, ketika usahanya sendiri baru akan dimulai atau bahkan sama sekali belum dimulai. Namun demikian sangatlah penting menentukan kearah mana suatu bisnis akan dibawa. Apakah bisnis nya hanya dimaksudkan untuk sekedar menambah penghasilan keluarga saja sehingga cukup dijalankan secara konservatif. Atau mencapai tujuan yang lebih ambisius seperti menjadi konglomerat, sehingga usaha harus dijalankan dengan agresif. Perbedaan keduanya akan mempengaruhi seberapa besar risiko yang bisa diambil dalam berbisnis terutama hal yang berkaitan dengan uang. Karena itu milikilah tujuan-tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang dalam berbisnis dan sesuaikanlah dengan anggarannya.

Jika diantara Anda berdua masih saja terdapat keraguan tentang ke lima langkah diatas, sebaiknya segera diuangkapkan apa yang menjadi ganjalan. Duduklah bersama dan bicarakan segala keberatan yang ada secara jujur dan terbuka sebelum menjalankan usaha bersama.



(Tanya Jawab) Mengatasi Sifat Boros Anak

Posted on 1 comment
"Mengatasi sifat boros anak"

Mengatasi Sifat Boros Anak

Halo mbak Mike,

Anak gadis kami yang berumur 15 tahun senang sekali memakai pakaian dengan merek terkenal yang tentunya harus dibeli dengan harga tinggi dan jika saya tidak mengabulkan keinginannya tersebut, dia pasti marah.
Mungkin sesekali kami bisa mengabulkan keinginannya tersebut, tapi saya ingin membantu anak saya untuk lebih mengerti bagaimana menyesuaikan keinginan dan daya belinya. Sebaiknya bagaimana mbak?

Vita Suryati. Jakarta Selatan

Jawab :

Halo bu Vita,

Anak remaja putri pada usia 15 memang sedang sangat memperhatikan penampilannya. Mengikuti trend mode pakaian yang sedang in sudah menjadi kebutuhannya, rasanya tidak mungkin bisa diterima pergaulan kalau penampilan gak oke atau ketinggalan jaman. Termasuk juga peraturan tidak tertulis dikalangan remaja mengenai keharusan mengenakan pakaian bermerek terkenal dan mahal. Mungkin tidak semua pakaiannya harus bermerek, dan tidak selalu setiap hari harus memakai pakaian bermerek. Tapi paling tidak sesekali harus bisa tampil dengan asesoris, sepatu, pakaian, tas merek terkenal sudah cukup untuk bisa di cap sebagai “ anak gaul”. Itulah alasan yang terpenting dari semua pemaksaan putri Anda untuk membelikannya pakaian merek terkenal dan mahal. Hal ini terjadi pada remaja siapapun dan dimanapun

Kitapun demikian pada masa remaja mengalami hal yang sama dialami putri Anda. Bahkan kalau mau jujur sampai sekarangpun kita masih sangat senang sekali memakai pakaian dengan merek terkenal dan mahal. Jadi kalau kita senang bisa memakai pakaian mahal, mengapa putri kita tidak boleh? Mungkinkah alasan kita melarang anak memiliki pakaian mahal adalah karena kita ngeri melihat betapa miripnya dia dengan diri kita sendiri dalam hal pemborosan. Karena itu jika sudah menyangkut masalah bagaimana mengajarkan nilai uang kepada anak, penting sekali kita sebagai orang tua bisa menempatkan diri dan memahami sudut pandang seorang anak terhadap uang.

Anak-anak boleh jadi tidak peduli dengan uang orang tua, mereka tidak hentinya memaksa orang tua untuk mengeluarkan lebih banyak lagi atau membeli lebih banyak barang yang lebih mahal untuk mereka. Lagipula mengapa mereka harus perduli, toh itu bukan uang mereka? Yang sangat perduli adalah orang tua, sebab uang itu adalah uang mereka. Tetapi jika menyangkut uang milik mereka sendiri anak-anak akan sama dengan orang tua dimana mereka akan lebih berhati-hati dengan uangnya.

Bukan berarti semua diperbolehkan. Selama masih dalam batas perilaku yang dibolehkan, anak sebaiknya diperbolehkan untuk mengambil keputusan sendiri dan  Anda mungkin bisa menawarkan saran berdasarkan pengalaman terhadap keputusannya. Anak-anak yang tidak memilki kontrol atas uang mereka sendiri tidak punya alasan untuk tidak meminta uang dan akan segera menghamburkan uang yang mereka dapatkan.

Karena itu sangat sulit mengajarkan prinsip ekonomi yang sederhana kepada anak-anak yaitu mengenai keinginan dan daya beli jika mereka bahkan tidak perduli terhadap uang. Cara yang lebih bijaksana adalah dengan membuat anak terlebih dulu perduli terhadap uang dengan memberi tanggung jawab mengatur uangnya sendiri. Saran saya kepada bu Vita adalah agar mencoba memberi anggaran khusus untuk membeli pakaian baru setiap bulan atau setiap 2 bulan sekali. Jika selama ini putri Anda dibelikan baju tiap kali berbelanja ke mal atau pada waktu yang tidak tertentu, maka mulailah dengan membuat acara belanja yang terjadwal dan dianggarkan dahulu.

Jika uang saku yang diberikan selama ini sudah pas untuk transport saja, maka untuk membeli pakaian baru buatlah anggaran tersendiri diluar uang sakunya. Anda bisa membuat jadwal belanja pakain baru sesuai jadwal yang ditentukan sejumlah anggaran tertentu yang dibatasi misalnya Rp 150.000,- perbulan. Beritahukanlah rencana anggaran belanja pakaian baru ini kepada putri Anda, dan katakan kepadanya bahwa dia diperbolehkan membeli apapun yang disukainya sebulan sekali sebatas jumlah tersebut. Dengan membuat anggaran belanja khusus untuknya dan memberi hak untuk menggunakan sesuai keinginannya, maka dia akan merasa uang tersebut adalah miliknya. Dari situlah akan mulai timbul rasa memiliki juga rasa perduli, sehingga pemilihan akan digunakan untuk apa uang tersebut menjadi lebih berhati-hati, sebab putri Anda yang memilihnya sendiri.

Memegang kendali atas uang mereka sendiri memaksa anak-anak melawan dan menimbang keinginan mereka yang sebenarya. Disinilah saat yang tepat kita mengajarkan prinsip ekonomi yang sederhana, yaitu bahwa kita sebaiknya hanya bisa membeli barang-barang yang memang kita sanggup membelinya. Dengan membuat anggaran terbatas juga bisa mengajarkan bagaimana keinginan harus disesuaikan dengan daya beli. Hal ini juga membebaskan orang tua dari keharusan peran yang selalu menghakimi dan menasihati dalam masalah keuangan keluarga. Jika putri Anda ingin membeli pakaian mahal bermerek, dia tidak perlu meyakinkan Anda bahwa pembelian itu berguna, tetapi dia harus meyakinkan dirinya sendiri. Dan jika dia memutuskan untuk meminta pendapat Anda, dia tahu pendapat Anda akan cukup adil. Sehingga pertanyaan yang harus dijawab anak Anda bukanlah “Bagaimana cara membujuk Anda untuk membayar pakaian ini?“ melainkan “Apakah pakaian ini ini benar-benar kuinginkan?”.

Salam sayang untuk putri Anda.




(Tanya Jawab) Mengatur Keuangan Dengan Pendapatan Terbatas

Posted on Monday, 9 February 2015 3 comments

Monday, 9 February 2015

"Mengatur keuangan dengan pendapatan terbatas"

Mengatur Keuangan Dengan Pendapatan Terbatas

Saya seorang karyawan di salah satu restoran di medan, gaji saya 1,3juta/bulan.
Saya pengen menabung, tapi saya bingung mengatur keuangan saya tiap bulan dengan gaji sekian. Sementara saya harus membayar uang kost sebesar 250rb/bulan, belum lagi uang makan dan kebutuhan lain-lain.
Mohon solusinya.
Terima kasih.

Gearonal.

Jawab :

Dear Bang Gearonal,

Dalam melakukan pengelolaan keuangan, yang harus kita perhitungkan memang bagaimana dengan uang yang kita miliki kita bisa mengelolanya dengan baik. Karena belum tentu orang dengan penghasilan lebih besar tidak mengalami pengeluarannya lebih besar daripada pemasukannya. Adapun Perhitungan ideal dalam kita mengelola pendapatan adalah sebagai berikut :

10 % : Ditabung / investasi
10 % : Pendidikan diri sendiri
10 % : Dana Darurat
10 % : Rekreasi
10 % : Sedekah / amal
50 % : Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif 

Tabungan ataupun investasi tersebut kita sisihkan dari awal ketika menerima penghasilan. Sekali lagi, jangan lihat dari besarnya nilai yang kita sisihkan, tapi ketika kita bisa melakukannya secara kontinu, lambat laun tentu akan semakin besar nilainya.

Pendidikan diri sendiri adalah dana tersebut kita gunakan sebagai modal untuk meningkatkan ilmu kita. Karena dengan meningkatnya ilmu dan kemampuan kita, maka nilai diri kita akan semakin tinggi dan kemungkinan orang bersedia membayar kita lebih tinggi akan lebih besar. Cara untuk meningkatkan ilmu kita minimal adalah dengan membeli dan membaca buku.

Dana darurat idealnya kita kumpulkan sebanyak 3–6 kali pengeluaran bulanan kita. Tujuannya untuk membiayai keadaan–keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan dll.

Kebutuhan pribadi yang bersifat konsumtif adalah kebutuhan kita sehari–hari seperti makan, bayar uang kos, membeli baju, ongkos transport ke tempat kerja, cicilan hutang misal ada, dll.

Perhitungan diatas adalah angka idealnya, dan kunci untuk bisa mengelola keuangan kita dengan baik adalah komitmen serta disiplin diri dalam menjalankan apa yang sudah kita niatkan.

Salam,



Don't Miss